Komnas.com - Sikap Amerika Serikat yang mulai menjauh dari ancaman untuk kembali membombardir Iran disebut berseberangan dengan dorongan sebagian kalangan politik Israel yang masih ingin melanjutkan perang. Washington disebut tidak lagi menempatkan opsi serangan lanjutan sebagai tekanan utama terhadap Teheran, terutama setelah gencatan senjata yang didorong AS mulai berjalan.
Perubahan Sikap AS
Menurut laporan yang dikutip dari Al Jazeera pada Kamis (21/5/2026), Amerika Serikat kini lebih mengedepankan pendekatan diplomatik dalam menangani konflik dengan Iran. Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah yang telah berlangsung lama. Sebelumnya, AS kerap mengancam akan menggunakan kekuatan militer untuk menekan Iran, terutama terkait program nuklirnya. Namun, dengan adanya gencatan senjata yang mulai berjalan, Washington memilih untuk mengurangi tekanan militer dan beralih ke jalur negosiasi.
Dorongan dari Israel
Di sisi lain, di Israel, sejumlah tokoh politik dan media sayap kanan dilaporkan masih melihat perang sebagai jalan untuk menekan Iran lebih jauh. Mereka berpendapat bahwa gencatan senjata tidak akan cukup untuk menghentikan ambisi nuklir Iran dan pengaruhnya di kawasan. Dorongan ini muncul di tengah kekecewaan sebagian pihak di Israel terhadap hasil perang yang dinilai belum mampu menggoyahkan kekuasaan pemerintah Iran. Beberapa kalangan di Israel bahkan menganggap bahwa perang masih diperlukan untuk mencapai tujuan strategis jangka panjang.
Baca juga: Trump dan Netanyahu Dilaporkan Cekcok di Telepon Bahas Perang Iran
Implikasi Politik
Perbedaan sikap antara AS dan Israel ini berpotensi menimbulkan ketegangan dalam hubungan bilateral kedua negara. Meskipun AS dan Israel memiliki hubungan yang erat, perbedaan pandangan mengenai strategi menghadapi Iran bisa menjadi titik gesekan. Para analis politik menilai bahwa AS ingin menghindari keterlibatan militer yang lebih dalam di Timur Tengah, sementara Israel merasa bahwa keamanan nasionalnya terancam jika Iran dibiarkan tanpa tekanan militer yang signifikan.
Keputusan AS untuk menjauh dari ancaman bombardir juga mendapat reaksi beragam di tingkat internasional. Beberapa negara mendukung langkah AS sebagai upaya perdamaian, sementara yang lain mengkhawatirkan bahwa sikap ini akan memberikan ruang bagi Iran untuk memperkuat posisinya. Di dalam negeri AS sendiri, kebijakan ini menuai kritik dari pihak yang menganggap bahwa pendekatan lunak terhadap Iran tidak akan efektif.
Dengan situasi yang masih dinamis, perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada respons Iran terhadap gencatan senjata dan kesediaan semua pihak untuk bernegosiasi. Masyarakat internasional berharap agar konflik ini dapat diselesaikan secara damai tanpa harus menimbulkan korban jiwa lebih banyak lagi.



