6.000 Warga Serbu Pasar Murah Jabar Jelang Iduladha 1447 H
6.000 Warga Serbu Pasar Murah Jabar Jelang Iduladha

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyelenggarakan Pasar Murah 2026 yang berlangsung selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 Mei 2026. Kegiatan ini digelar di enam kabupaten/kota dan bertujuan untuk menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat menjelang Iduladha 1447 H.

Lokasi dan Antusiasme Warga

Kepala Disperindag Provinsi Jabar, Nining Yuliastiani, mengungkapkan bahwa pasar murah tersebar di Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bandung, Kota Bogor, Kota Cirebon, dan Kota Tasikmalaya. Sekitar 6.000 pengunjung memadati lokasi-lokasi tersebut untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar. Sejak pagi hari, masyarakat terlihat antre di sejumlah tenant yang menyediakan beragam komoditas pangan. Mayoritas pengunjung adalah ibu rumah tangga yang memanfaatkan momentum ini untuk memenuhi kebutuhan menjelang hari raya dengan lebih hemat.

Komoditas yang Disediakan

Berbagai komoditas disediakan dalam jumlah besar, antara lain:

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram
  • Beras SPHP sebanyak 12 ton
  • Beras medium 2,75 ton
  • Beras premium 5,93 ton
  • Minyak goreng Minyakita 10.320 liter
  • Minyak goreng premium 2.430 liter
  • Gula pasir 2.638 kilogram
  • Tepung terigu 1.070 kilogram
  • Aneka cabai 345 kilogram
  • Bawang merah 1.352,5 kilogram
  • Bawang putih 202,5 kilogram

Selain itu, tersedia komoditas protein hewani seperti telur ayam 1.140 kilogram, daging ayam ras 650 kilogram, dan daging sapi 350 kilogram. Ada pula sayuran segar 1.610 kilogram, buah-buahan 190 kilogram, produk perikanan, serta aneka pangan olahan dari 38 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan.

Mekanisme Harga Murah

Seluruh komoditas dijual di bawah harga pasar berkat kolaborasi antara produsen, distributor, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pelaku usaha ritel, serta dukungan subsidi distribusi. Masyarakat dapat membeli langsung dari produsen dan distributor sehingga harga yang diperoleh relatif lebih terjangkau.

Nining Yuliastiani menambahkan, "Kami berharap kegiatan Pasar Murah 2026 dapat menjadi salah satu langkah nyata dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, memperkuat keterjangkauan pangan bagi masyarakat, serta mendukung pengendalian inflasi daerah menjelang Iduladha."

Kolaborasi dengan Berbagai Pihak

Pelaksanaan Pasar Murah Iduladha 2026 juga berkolaborasi dengan Gerakan Pangan Murah dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jabar. Kegiatan ini mendapat dukungan dari Bank Indonesia, Perum Bulog, ID Food, perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jabar, pemerintah kabupaten/kota, serta Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO).

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga