Economist Intelligence Unit (EIU) merilis Global Liveability Index 2026, yang menilai 173 kota di dunia berdasarkan lima indikator utama: stabilitas, layanan kesehatan, budaya dan lingkungan, pendidikan, serta infrastruktur. Dalam laporan tersebut, Kopenhagen, ibu kota Denmark, berhasil menduduki peringkat pertama sebagai kota paling layak huni di dunia, menggeser Wina yang sebelumnya berada di posisi teratas.
Kriteria Penilaian dan Peringkat Teratas
Indeks ini memberikan skor keseluruhan hingga 100 untuk setiap kota. Kopenhagen memperoleh skor 98,6, unggul tipis dari Wina yang mendapat skor 98,4. Kota-kota lain di sepuluh besar antara lain Zurich (Swiss), Melbourne (Australia), Calgary (Kanada), Jenewa (Swiss), Sydney (Australia), Vancouver (Kanada), Osaka (Jepang), dan Auckland (Selandia Baru).
Menurut laporan EIU, faktor keamanan, kualitas layanan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur menjadi penentu utama dalam peringkat ini. Kopenhagen dinilai unggul dalam stabilitas dan infrastruktur, sementara Wina masih unggul dalam budaya dan lingkungan.
Pergeseran Peringkat dan Tren Global
Wina, yang memuncaki indeks selama beberapa tahun terakhir, turun ke posisi kedua karena sedikit penurunan skor dalam indikator stabilitas. Sementara itu, kota-kota di Asia Timur seperti Osaka dan Auckland menunjukkan peningkatan signifikan berkat perbaikan infrastruktur dan layanan kesehatan. Di sisi lain, kota-kota di Eropa Barat masih mendominasi sepuluh besar, menunjukkan stabilitas dan kualitas hidup yang tinggi.
EIU juga mencatat bahwa kota-kota di Amerika Utara, seperti Calgary dan Vancouver, tetap kompetitif karena investasi besar dalam infrastruktur dan pendidikan. Namun, ketidakstabilan politik di beberapa kawasan menyebabkan penurunan peringkat bagi kota-kota tertentu.
Dampak bagi Calon Penghuni dan Investor
Laporan ini menjadi acuan bagi para ekspatriat, investor, dan pembuat kebijakan dalam mengevaluasi kualitas hidup di berbagai kota. “Kopenhagen menawarkan kombinasi sempurna antara keamanan, layanan kesehatan berkualitas, dan infrastruktur modern,” ujar seorang analis EIU. Bagi individu yang mempertimbangkan relokasi, faktor-faktor seperti biaya hidup dan peluang kerja tetap perlu dipertimbangkan meskipun sebuah kota memiliki skor tinggi dalam indeks ini.
Global Liveability Index 2026 memberikan gambaran bahwa kota-kota kecil di Eropa Utara mampu bersaing dengan metropolis global dalam hal kenyamanan hidup. Ke depan, EIU memperkirakan tren peningkatan kualitas hidup di kota-kota Asia seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan investasi infrastruktur.



