Wakil Menteri Lingkungan Hidup (LH) Diaz Hendropriyono dengan tegas melarang masyarakat untuk mendekati lokasi kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Dalam pernyataannya pada Sabtu (4/7/2026), Diaz menekankan bahwa area kebakaran bukanlah tempat yang aman dan tidak layak dijadikan tontonan.
Larangan Mendekat dan Risiko Kesehatan
Diaz mengimbau warga agar tidak berkumpul di sekitar TPA hanya untuk menyaksikan proses pemadaman. "Kami mohon masyarakat sekitar agar kebakaran TPA ini tidak menjadi tontonan warga ya. Ini bukan hiburan, tidak perlu ada yang ditonton," ujarnya di lokasi kejadian.
Ia menjelaskan bahwa warga yang berada dalam radius 1,7 kilometer dari titik kebakaran berisiko tinggi terpapar polutan berbahaya yang terkandung dalam asap. Oleh karena itu, Diaz meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang untuk melarang warga mendekat dan mengevakuasi masyarakat di kawasan paling terdampak. "Jarak 1,7 kilometer yang benar-benar harus dihindari, tadi saya sudah meminta pada Pak Bupati untuk mengevakuasi warga yang ada di sana," jelas Diaz.
Ancaman Polutan Karsinogenik
Menurut Diaz, asap dari kebakaran timbunan sampah mengandung berbagai senyawa berbahaya yang dapat memicu gangguan kesehatan serius. Mulai dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga paparan senyawa karsinogenik penyebab kanker. "Karena semakin warga mendekat, semakin besar kemungkinan terkena penyakit apa pun juga ya, termasuk ISPA, karsinogenik dan lain sebagainya," paparnya.
Diaz mengimbau warga yang masih beraktivitas di sekitar lokasi untuk menggunakan masker dan alat pelindung diri guna mengurangi risiko menghirup polutan. "Kalau masih mau tinggal di situ jangan lupa pakai masker, dan mungkin pelindung-pelindung," tuturnya.
Upaya Pemadaman Berlangsung Intensif
Kebakaran TPA Jatiwaringin telah berlangsung sejak Selasa (30/6/2026). Hingga Sabtu (4/7/2026), proses pemadaman masih terus dilakukan melalui jalur darat oleh petugas pemadam kebakaran dan personel Manggala Agni, serta dari udara menggunakan helikopter water bombing. Pemerintah terus berupaya mengendalikan api dan mengurangi dampak asap terhadap warga sekitar.



