Ukraina kembali menjadi sasaran serangan drone Rusia. Serangan ini melanda ibu kota Kyiv setelah berakhirnya gencatan senjata selama tiga hari dengan Rusia.
Peringatan Serangan Drone di Kyiv
Kepala administrasi militer ibu kota, Tymur Tkachenko, melalui Telegram mengumumkan bahwa pesawat nirawak musuh saat ini berada di atas Kyiv. Ia meminta warga untuk tetap aman sampai peringatan dicabut. Bunyi sirene peringatan tersebut dikonfirmasi di ibu kota sebelum gencatan senjata diberlakukan.
Otoritas militer regional Kyiv meminta warga untuk tetap berada di tempat perlindungan. Militer Ukraina juga menyatakan bahwa sistem pertahanan udaranya telah beroperasi di daerah tersebut untuk menghadapi ancaman drone.
Latar Belakang Gencatan Senjata
Gencatan senjata tiga hari diumumkan pada hari Jumat oleh Presiden AS Donald Trump, hanya beberapa jam sebelum perayaan kemenangan Perang Dunia II Rusia. Trump berharap gencatan senjata tersebut akan menandai awal dari akhir konflik antara Ukraina dan Rusia.
Namun, kedua negara saling tuding melakukan serangan terhadap warga sipil yang melanggar gencatan senjata. Gencatan senjata tersebut berlaku mulai 9 hingga 11 Mei.
Serangan drone terbaru ini menunjukkan bahwa situasi keamanan di Ukraina masih sangat tegang meskipun telah ada upaya gencatan senjata. Warga Kyiv dan sekitarnya diimbau untuk terus waspada dan mengikuti instruksi dari otoritas setempat.



