Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump merilis kumpulan dokumen rahasia terkait laporan penampakan objek terbang tak teridentifikasi (UFO). Langkah ini menuai kritik tajam dari sejumlah politisi AS yang menilai sebagai propaganda dan pengalihan isu dari kasus penjahat seks Jeffrey Epstein.
Pentagon Rilis 162 Dokumen Rahasia
Pentagon atau Departemen Pertahanan AS merilis 162 dokumen rahasia yang mendokumentasikan laporan penampakan UFO pada Jumat, 8 Mei 2026 pagi waktu setempat. Dokumen tersebut tidak hanya berasal dari Pentagon, tetapi juga dari Biro Investigasi Federal (FBI), Departemen Luar Negeri, dan Badan Antariksa AS (NASA). Publik dapat mengakses dokumen-dokumen ini melalui situs resmi Pentagon.
Kritik Pedas dari Politisi AS
Marjorie Taylor Greene, mantan anggota parlemen dari Partai Republik, menyampaikan kritikannya melalui media sosial X. Greene, yang dulunya merupakan sekutu Trump, menulis, "Saya sangat muak dengan propaganda 'lihat objek berkilau' sementara mereka mengobarkan perang di luar negeri, membiarkan pemerkosa dan pedofil berkeliaran bebas, dan merusak nilai dolar kita." Ia menambahkan, "Kecuali mereka menampilkan alien hidup dan menguji coba UFO atau benar-benar mengakui apa yang kita ketahui sebenarnya, maka saya punya hal yang jauh lebih baik dilakukan pada hari Jumat ini."
Singgung Soal Dokumen Epstein
Greene juga menyinggung soal dokumen kasus Epstein yang belum dirilis sepenuhnya oleh pemerintahan Trump, meskipun ada undang-undang yang mewajibkannya. "Pemerintahan paling transparan dalam sejarah masih belum merilis semua dokumen Epstein atau menangkap siapa pun, tetapi merilis beberapa dokumen UFO hari ini sehingga Anda akan sangat bersemangat sehingga lupa bahwa Anda membayar lebih dari US$ 4,50 per galon karena mereka sedang berperang lagi di luar negeri yang mereka katakan tidak akan mereka lakukan kembali," sindir Greene. Ia merupakan salah satu dari sedikit politisi Republik di DPR yang mendukung dirilisnya dokumen Epstein.
Proses Rilis Dokumen Epstein
Departemen Kehakiman AS (DOJ) di bawah Trump telah merilis dokumen Epstein secara bertahap namun sangat lambat. Padahal, Undang-undang Transparansi Dokumen Epstein memerintahkan dirilisnya semua dokumen secara serentak. Banyak isi dokumen yang telah disensor. Sementara itu, harga bahan bakar di AS melonjak tajam akibat perang dengan Iran, seperti yang disinggung Greene.
Tanggapan Trump
Menanggapi dirilisnya dokumen UFO, Trump menyambut baik. Ia bahkan menyindir pemerintahan sebelumnya yang dianggap tidak transparan. "Sementara pemerintahan-pemerintahan sebelumnya gagal bersikap transparan mengenai masalah ini, dengan dokumen dan video baru ini, masyarakat dapat memutuskan sendiri, 'APA YANG SEBENARNYA TERJADI?'" kata Trump dalam komentarnya.



