Truk Pengangkut 1,3 Ton Telur Terguling di Purbalingga, Warga Jarah Muatan Saat Sopir Terjebak
Truk Telur Terguling di Purbalingga, Warga Jarah Muatan

Purbalingga - Sebuah truk yang mengangkut 1,3 ton telur terguling hingga muatannya berserakan di Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Mirisnya, warga sekitar justru melakukan penjarahan saat sopir masih terjebak di dalam kabin.

Sopir Terjebak 10-15 Menit

Sopir truk bernama Arif Rahman (50) mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (28/6) sekitar pukul 16.05 WIB. Arif bersama seorang helper bernama Romadon saat itu mengangkut telur yang diambil dari kandang peternak setempat menuju Purwokerto.

"Sebelum saya menanjak, dari arah berlawanan ada Avanza hitam yang agak ke kanan. Saya menghindari tabrakan dengan mengambil sedikit ke kiri," kata Arif dilansir detikJateng, Kamis (2/7/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Truk yang dikemudikannya itu lalu terguling ke kanan. Akibat kecelakaan itu, Arif sempat terjebak di dalam kabin. Pintu sebelah kanan tertutup badan mobil yang terguling, sehingga mereka hanya bisa keluar melalui pintu kiri setelah dibantu warga sekitar.

"Kami terjebak di kabin sekitar 10 sampai 15 menit. Akhirnya warga datang membuka pintu sebelah kiri dan menolong kami keluar," ujarnya.

Warga Jarah Telur yang Berserakan

Saat masih berada di dalam kabin, Arif melihat banyak orang berdatangan ke lokasi. Dia sempat mengira warga sedang menyelamatkan muatan telur yang berserakan, namun setelah berhasil keluar Arif menyadari telur itu justru dibawa oleh sejumlah orang.

"Awalnya saya husnuzan. Saya pikir diselamatkan, nanti saya ambil lagi untuk dijual. Ternyata malah dibawa pulang," tuturnya.

Dia memperkirakan total muatan yang diangkut mencapai sekitar 1,3 ton dengan nilai sekitar Rp 26 juta. Akibat kejadian tersebut, Arif mengaku hanya bisa membawa pulang mobil dalam kondisi kosong.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga