Jakarta, CNN Indonesia -- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat mengonfirmasi adanya gangguan pada speaker yang mengarah ke juri saat final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat provinsi. Gangguan ini menyebabkan jawaban peserta tidak terdengar dengan jelas oleh dewan juri, sehingga memicu protes dari peserta lomba.
Gangguan Teknis pada Speaker
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadrie, menyatakan bahwa informasi yang diterima menunjukkan speaker yang mengarah ke juri mengalami gangguan. Akibatnya, jawaban peserta kurang terdengar jelas. Namun, melalui siaran langsung YouTube dan kepada audiens penonton, suara peserta terdengar jelas.
"Informasi yang saya terima, speaker yang mengarah ke juri mengalami gangguan sehingga jawaban peserta kurang terdengar jelas. Sementara di live YouTube dan ke audiens penonton, suara terdengar jelas," ujar Faisal pada Selasa (12/5).
Pihak Disdikbud telah memanggil Kepala SMAN 1 Pontianak dan tim pendamping untuk membahas persoalan ini. Faisal meminta seluruh pihak tetap mengikuti prosedur resmi yang berlaku dalam perlombaan. Ia menyarankan agar pihak sekolah mengajukan peninjauan ulang kepada panitia penyelenggara.
"Kami sudah memanggil Kepala SMAN 1 Pontianak dan tim pendamping terkait persoalan ini," kata Faisal. Ia menegaskan bahwa pihak SMAN 1 Pontianak menerima hasil perlombaan, namun evaluasi tetap penting dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang pada kompetisi berikutnya.
Perbedaan Penilaian Juri
Dalam video yang beredar pada Senin (11/5), terlihat juri memberikan nilai berbeda terhadap jawaban yang sama dari peserta. Grup C dari SMAN 1 Pontianak mendapat nilai minus lima untuk jawaban terkait proses pemilihan anggota BPK. Sementara itu, jawaban serupa yang disampaikan Grup B dari SMAN 1 Sambas diberi nilai 10 oleh juri yang sama, yakni Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita.
Peserta Grup C sempat memprotes karena merasa jawaban mereka sama. Namun, juri menyatakan bahwa jawaban Grup C tidak menyebut Dewan Perwakilan Daerah (DPD) secara jelas.
Evaluasi oleh MPR RI
Sekjen MPR RI Siti Fauziah sebelumnya telah angkat suara terkait insiden ini. Siti mengatakan pihaknya menghormati perhatian dan masukan masyarakat mengenai dinamika perlombaan tersebut. Ia menyebutkan bahwa panitia pelaksana saat ini tengah melakukan penelusuran internal terkait penilaian jawaban peserta.
"MPR RI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba, termasuk mekanisme penilaian, kejelasan artikulasi jawaban, sistem verifikasi jawaban peserta, dan tata kelola keberatan dalam perlombaan agar pelaksanaan kegiatan serupa ke depan dapat berlangsung semakin baik, transparan, dan akuntabel," imbuh Siti.
Pihaknya memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba, termasuk mekanisme penilaian, kejelasan artikulasi jawaban, sistem verifikasi jawaban peserta, dan tata kelola keberatan. Hal ini bertujuan agar pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang dapat berlangsung lebih baik, transparan, dan akuntabel.



