Spanyol secara resmi memprotes tindakan Israel yang mencegat armada kapal bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional. Pemerintah Madrid mengecam aksi tersebut sebagai pelanggaran baru terhadap hukum internasional.
Pemanggilan Diplomat Israel
Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memanggil kuasa usaha Israel di Madrid untuk menyampaikan protes formal dan tegas. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Mesir, Badr Abdelaty, yang sedang berkunjung ke Madrid.
Jumlah Warga Spanyol Terlibat
Albares menyebutkan bahwa sekitar 45 warga Spanyol ikut serta dalam misi kemanusiaan tersebut. Ia menambahkan bahwa satu hingga dua lusin di antaranya mungkin saat ini ditahan oleh otoritas Israel.
Kronologi Pencegatan
Global Sumud Flotilla melaporkan bahwa puluhan kapalnya dicegat dan diserang oleh pasukan Israel di perairan internasional dekat Siprus pada Senin, 18 Mei. Armada yang terdiri dari lebih dari 50 kapal ini berlayar sejak Kamis, 14 Mei, dari Marmaris, Turki, untuk menembus blokade Israel terhadap Gaza.
Tim manajemen krisis mengonfirmasi bahwa tentara Israel menyerang dan menaiki beberapa kapal, dengan kontak terputus untuk 23 kapal. Misi ini melibatkan 426 peserta dari 40 negara, termasuk Jerman, AS, Argentina, Australia, Bahrain, Brasil, Aljazair, Maroko, Prancis, Afrika Selatan, Inggris, Irlandia, Spanyol, Italia, Kanada, Mesir, Pakistan, Tunisia, Oman, Selandia Baru, dan Indonesia.
Kecaman Spanyol
Albares mengecam tindakan Israel yang terjadi di luar yurisdiksi teritorialnya. Ia menegaskan bahwa tidak ada agen Israel yang memiliki yurisdiksi di perairan tersebut. Ia juga menyebut penahanan para aktivis sebagai tindakan yang tidak dapat diterima dan penahanan ilegal.
Spanyol telah menjalin kontak dengan pemerintah negara lain yang warganya berada di atas kapal yang dicegat. Langkah ini menunjukkan solidaritas internasional terhadap misi kemanusiaan yang damai.



