Israel melancarkan serangan di Lebanon selatan di tengah gencatan senjata yang masih berlangsung. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa sebanyak 14 orang tewas dalam serangan tersebut, termasuk dua wanita dan dua anak. Sebanyak 37 orang lainnya mengalami luka-luka.
Serangan di Tengah Gencatan Senjata
Media resmi Lebanon menyatakan bahwa militer Israel mulai menyerang wilayah selatan negara itu setelah mengeluarkan peringatan evakuasi untuk tujuh lokasi. Serangan ini terjadi meskipun ada gencatan senjata dengan kelompok Hizbullah yang didukung Iran. Kantor Berita Nasional yang dikelola pemerintah melaporkan bahwa pesawat tempur Israel melancarkan serangan di Kfar Tibnit, salah satu lokasi yang termasuk dalam peringatan tersebut. Laporan menambahkan bahwa ada korban jiwa dalam serangan itu.
Hak Israel Berdasarkan Gencatan Senjata
Berdasarkan ketentuan gencatan senjata, Israel berhak untuk bertindak terhadap serangan yang direncanakan, akan segera terjadi, atau sedang berlangsung. Militer Israel telah melakukan serangan berulang kali di Lebanon sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 17 April. Pasukan Israel beroperasi di dalam garis kuning yang diumumkan di dekat perbatasan, di mana penduduk Lebanon telah diperingatkan untuk tidak kembali.
Evakuasi dan Tanggapan Israel
Sebelum serangan dilancarkan, militer Israel memerintahkan evakuasi tujuh desa di Lebanon selatan pada hari Minggu waktu setempat. Israel mengatakan akan menanggapi apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran Hizbullah terhadap perjanjian gencatan senjata yang baru saja diperbarui. Juru bicara militer berbahasa Arab, Kolonel Avichay Adraee, menyatakan di X bahwa IDF terpaksa mengambil tindakan tegas terhadap Hizbullah karena pelanggaran perjanjian gencatan senjata oleh organisasi teroris tersebut. Ia menyebutkan tujuh desa di utara Sungai Litani sebagai lokasi yang menjadi sasaran.
Serangan ini menambah ketegangan di kawasan tersebut, meskipun ada upaya untuk mempertahankan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah.



