Jakarta - Margaret Connolly, saudari Presiden Irlandia Catherine Connolly, menjadi sorotan setelah dilaporkan diculik oleh pasukan Israel dalam insiden pencegatan armada bantuan Global Sumud Flotilla yang berlayar menuju Gaza. Insiden ini melibatkan delapan warga negara Irlandia yang ditahan secara ilegal.
Kronologi Pencegatan Armada
Dilansir dari AFP dan Aljazeera pada Selasa, 19 Mei 2026, pasukan Israel mencegat sejumlah kapal Global Sumud Flotilla pada Senin setelah berlayar dari Turki pekan lalu. Armada yang terdiri dari sekitar 50 kapal ini berangkat dari barat daya Turki pada hari Kamis. Kelompok penyelenggara menyatakan bahwa armada mereka diserang secara ilegal dan dengan kekerasan oleh pendudukan Israel.
Reaksi Presiden Irlandia
Presiden Connolly mengaku sangat khawatir setelah mengetahui saudarinya, Margaret Connolly, yang berprofesi sebagai dokter, termasuk di antara mereka yang diculik. Ia menyatakan keprihatinannya tidak hanya terhadap Margaret tetapi juga rekan-rekannya di atas kapal. Pernyataan ini disampaikan setelah ia bertemu dengan Raja Charles III di London. Presiden Connolly menambahkan bahwa ia belum mendapatkan rincian lebih lanjut mengenai situasi tersebut.
Pernyataan Penyelenggara
Penyelenggara armada menegaskan bahwa partisipasi Margaret Connolly adalah keputusan pribadi dan tidak terkait dengan aktivitas Presiden Irlandia. Dalam sebuah video yang diposting di media sosial, Margaret Connolly terlihat menyampaikan pesan sebelum penahanan. Ia berkata, "Jika Anda menonton video ini, itu berarti saya telah diculik dari kapal saya di armada oleh pasukan pendudukan Israel." Video tersebut menunjukkan Connolly bersama lima orang lainnya yang tampaknya direkam sebelum insiden.
Dampak dan Tuntutan
Insiden ini memicu kecaman internasional. Sebelumnya, Indonesia juga mendesak Israel untuk membebaskan para aktivis Global Sumud Flotilla, termasuk lima warga negara Indonesia yang ditangkap dalam misi serupa. Komisi I DPR RI mendorong diplomasi ke PBB dan AS untuk menekan Israel. Armada Global Sumud merupakan bagian dari upaya aktivis untuk menembus blokade Israel terhadap Palestina yang telah berlangsung lama.



