Said Abdullah Kaget Pernyataan Amien Rais Soal Prabowo dan Teddy
Said Abdullah Kaget Amien Rais Soal Prabowo Teddy

Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah menanggapi video Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais yang menyinggung kedekatan Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Said mengaku kaget atas pernyataan tersebut.

Pernyataan Said Abdullah

"Ya, saya kaget juga pernyataan Pak Amien Rais. Sebagai bagian dari tokoh, yang kita kenal. Dari sisi etik, kita ini kan sebenarnya kan tidak boleh ya, hal-hal yang menyangkut privat itu menjadi diskursus publik. Siapapun di antara kita," kata Said di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026).

Said menyinggung soal etika terkait pernyataan yang memasuki ruang privat seseorang. "Di negara manapun juga akan berlaku sama. Seyogyanya itu dihindari. Kurang elok, ya bukan kurang elok, etik memang tidak boleh, tidak memungkinkan kita masuk ke ruang-ruang privat," ujarnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Komdigi Wajib Take Down Konten

Said mengatakan Komdigi memang wajib menurunkan konten Amien Rais itu. Dia menyebut tak seharusnya konten seperti milik Amien Rais menjadi diskursus publik. "Ya Komdigi wajib mentake-down itu. Karena tidak, tidak bisa dibiarkan. Tidak boleh Komdigi kemudian membiarkan hal-hal yang menyangkut private, ranah private pejabat publik, itu menjadi diskursus. Karena itu, apa ya, ya menjadi sampah informasi publik saja," lanjutnya.

Permintaan Maaf Tidak Menurunkan Derajat

Said mengatakan, tak ada salahnya jika Amien Rais meminta maaf. Menurutnya, permintaan maaf tidak akan menurunkan derajat seseorang. "Kalau menurut hemat saya, saya ingin menempatkan Pak Amien Rais sebagai tokoh bangsa. Sebagai tokoh bangsa, benar dan salah, menyampaikan hal-hal yang baik atau tiba-tiba selip lidah, atau katakanlah alpa, kemudian meminta maaf, itu tidak akan menurunkan derajat ketokohan seseorang," ungkapnya.

Konten Viral dan Respons Pemerintah

Belakangan ini publik dihebohkan dengan video yang diunggah Amien Rais di kanal YouTube-nya terkait kedekatan Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid sampai angkat bicara menyebut video yang diunggah Amien Rais termasuk pembunuhan karakter dan fitnah.

"Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah mengidentifikasi sebaran video yang memuat narasi fitnah, pembunuhan karakter, dan serangan personal yang ditujukan kepada Presiden RI. Video tersebut diunggah oleh Ketua Majelis Syura Partai Ummat," ujar Meutya dalam postingan Instagram @kemkomdigi, Sabtu (2/5).

Tanggapan Amien Rais

Amien Rais merespons Menkomdigi Meutya Hafid yang menyebut pernyataannya sebagai fitnah. Amien Rais mengatakan kebebasan berpendapat diatur dalam undang-undang. "Ya, jadi saya begini. Saya pertama tentu yakin demokrasi itu berjalan baik kalau kebebasan mengeluarkan pendapat yang dijamin oleh undang-undang dasar kita itu tidak dibatasi, tidak diberangus," ujar Amien saat ditemui usai acara Munas Partai Ummat di Sleman, dilansir detikjogja, Minggu (3/5).

Menurutnya, Indonesia merupakan negara demokrasi, sehingga setiap individu bebas menyampaikan pendapat. Meskipun, kata Amien Rais, bertentangan dengan penguasa dan kelompok rakyat. "Nah, kemudian, yang namanya negara demokrasi, orang berpendapat itu boleh. Bertentangan dengan penguasa yang resmi, bertentangan dengan kelompok rakyat yang lain-lain itu. Tetapi apa, jadi point of conflict-nya itu, point of perbedaannya itu adalah yang bersangkutan dengan nasib bangsa," ujarnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga