Hari Parlemen Internasional 30 Juni 2026: Sejarah, Tema, dan Fakta
Hari Parlemen Internasional 30 Juni 2026: Sejarah dan Fakta

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingati Hari Parlemen Internasional atau International Day of Parliamentarism pada 30 Juni 2026. Tanggal ini dipilih karena bertepatan dengan berdirinya Inter-Parliamentary Union (IPU) pada tahun 1889. Penetapan hari internasional ini dilakukan melalui Resolusi Majelis Umum PBB pada tahun 2018.

Latar Belakang Hari Parlemen Internasional

Menurut situs resmi PBB, Hari Parlemen Internasional dirayakan setiap tahun pada 30 Juni untuk memperingati berdirinya IPU. Resolusi A/RES/72/278 mengakui peran penting parlemen dalam rencana dan strategi nasional, serta dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas di tingkat nasional dan global.

Penetapan hari ini dinilai krusial di tengah krisis kepercayaan masyarakat terhadap lembaga politik dan demokrasi. Agar demokrasi berkembang, parlemen sebagai landasan demokrasi harus kuat, transparan, akuntabel, dan representatif. Hari Parlemen Internasional menjadi momen untuk meninjau kemajuan parlemen dalam mencapai tujuan menjadi lebih representatif, melibatkan lebih banyak perempuan dan anggota muda, serta beradaptasi dengan teknologi baru.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Tema Hari Parlemen Internasional 2026

Hak asasi manusia menjadi fokus utama peringatan tahun ini. PBB menekankan bahwa HAM sangat fundamental bagi fungsi parlemen yang efektif karena menyediakan kerangka hukum dan demokrasi yang melindungi kebebasan, martabat, dan partisipasi semua orang. Parlemen berperan sentral dalam menerjemahkan komitmen HAM ke dalam hukum, kebijakan, dan mekanisme pengawasan yang melindungi individu dari diskriminasi, penyalahgunaan, dan ketidakadilan.

Perlindungan terhadap anggota parlemen sendiri juga sama pentingnya. Ketika wakil rakyat terancam, dibungkam, atau dianiaya karena menjalankan tugas, suara warga negara yang mereka wakili menjadi lemah. Melindungi anggota parlemen berarti melestarikan lembaga demokrasi dan memastikan keberagaman suara dapat berkontribusi bebas dalam kehidupan publik.

50 Tahun Komite HAM Anggota Parlemen IPU

Tahun 2026 menandai 50 tahun Komite IPU tentang Hak Asasi Manusia Anggota Parlemen. Sejak 1976, komite ini bekerja mengungkap dan mengatasi pelanggaran HAM terhadap anggota parlemen di seluruh dunia. Melalui investigasi dan advokasi, komite telah membantu mengungkap ketidakadilan tersembunyi dan mendorong akuntabilitas.

Dipandu moto "Never give up", komite mengejar setiap kasus dengan tekad, termasuk kasus yang sudah lama tidak terselesaikan. Komite memastikan anggota parlemen yang dianiaya, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal, tidak pernah dilupakan. Prinsip demokrasi dan HAM tetap menjadi fokus utama.

Komite ini memobilisasi dukungan parlemen internasional, berinteraksi dengan otoritas nasional, mengunjungi anggota parlemen yang terancam, dan mengamati proses hukum untuk mempromosikan keadilan dan akuntabilitas. Meskipun banyak kemajuan telah dicapai, komite tetap berkomitmen melindungi anggota parlemen dan membela kebebasan demokrasi di mana pun terancam.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga