Ukraina kembali diguncang serangan udara besar-besaran yang dilancarkan oleh Rusia, menewaskan puluhan warga sipil. Di antara korban jiwa terdapat dua saudara perempuan, Liubava (12) dan Vira (17), yang tewas setelah rudal Rusia menghantam apartemen tempat tinggal mereka awal bulan ini.
Keluarga Kehilangan Ayah dan Anak
Ayah kedua remaja itu sebelumnya telah gugur di garis depan perang. Sang ibu menjadi satu-satunya anggota keluarga yang selamat dari tragedi tersebut. Peristiwa ini menambah panjang daftar duka yang dialami warga Ukraina akibat invasi Rusia.
Serangan 48 Jam dengan Drone dan Rudal
Dalam kurun waktu 48 jam, Rusia meluncurkan sekitar 1.500 drone dan 56 rudal ke berbagai wilayah Ukraina. Serangan ini menghancurkan infrastruktur sipil dan menimbulkan korban jiwa yang tidak sedikit. Pemerintah Ukraina mengecam tindakan Rusia yang dianggap melanggar hukum internasional.
Kabar Gencatan Senjata
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Rusia dan Ukraina sepakat untuk melakukan gencatan senjata mulai hari ini. Namun, serangan yang terjadi sebelum pengumuman tersebut menunjukkan betapa rapuhnya situasi keamanan di Ukraina.
Masyarakat internasional mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri dan mengutamakan keselamatan warga sipil. Bantuan kemanusiaan terus mengalir ke daerah-daerah yang terdampak konflik.



