Moskow telah mengonfirmasi penggunaan rudal Oreshnik, sebuah rudal balistik yang memiliki kemampuan nuklir, dalam serangan udara semalam ke wilayah Ukraina pada Minggu (24/5/2026) dini hari waktu setempat. Langkah militer Rusia ini langsung memicu kritik keras dari Presiden Perancis Emmanuel Macron dan jajaran pejabat Uni Eropa, sebagaimana dikutip dari AFP.
Spesifikasi Rudal Oreshnik
Rudal Oreshnik sendiri diklasifikasikan sebagai rudal balistik jarak menengah (intermediate-range ballistic missile/IRBM). Pihak Moskow mengklaim bahwa senjata ini mampu menghantam berbagai target di seluruh Eropa sekaligus lolos dari sistem pertahanan udara modern saat ini.
Reaksi Internasional
Presiden Perancis Emmanuel Macron menyatakan kecaman keras atas penggunaan rudal tersebut. Ia menegaskan bahwa tindakan Rusia merupakan eskalasi serius yang mengancam stabilitas keamanan di Eropa. Uni Eropa juga menyuarakan keprihatinan mendalam dan menyerukan penghentian segera penggunaan senjata semacam itu.
Serangan dengan rudal Oreshnik ini menimbulkan kekhawatiran baru di kalangan masyarakat internasional, mengingat potensi kerusakan yang luar biasa serta risiko penyebaran nuklir. Para analis militer menilai bahwa kemampuan rudal ini untuk menembus pertahanan udara modern menjadikannya ancaman strategis yang signifikan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Ukraina mengenai dampak serangan rudal Oreshnik. Namun, konflik yang berkepanjangan antara kedua negara semakin memanas dengan penggunaan senjata canggih semacam ini.



