Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, dengan tegas membantah keterlibatannya dalam kasus dugaan suap impor di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Ia mengungkapkan awal mula namanya dikaitkan dengan PT Blueray, yang bosnya kini menjadi terdakwa dalam perkara tersebut.
Kronologi Pertemuan dengan PT Blueray
Raffi menceritakan bahwa namanya mulai terseret setelah ia mengikuti acara maraton di Amerika Serikat bersama sejumlah artis. Usai kegiatan, mereka mengunjungi Awang Kitchen, sebuah tempat yang ramai dikunjungi warga Indonesia. Saat keluar dari restoran tersebut, ia melewati beberapa toko, termasuk toko milik PT Blueray.
"Setelah kegiatan itu selesai, kalian bisa lihat nanti di vlog-nya dan di foto-fotonya banyak teman-teman Indonesia yang ngajakin foto, ngajakin apa. Saya keluar dari Awang Kitchen, satu, dua, tiga toko di sebelahnya itu ada yang namanya, itu apa namanya, Blueray," kata Raffi dalam konferensi pers di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2026).
Basa-basi dengan Pegawai Blueray
Raffi mengaku tidak menolak saat diajak berfoto oleh pegawai Blueray. Ia pun memiliki bukti foto saat mereka berfoto di sana. Dalam kesempatan itu, pegawai Blueray memperkenalkan diri dan menawarkan jasa pengiriman barang.
"Ya, beliau memperkenalkan diri tapi saya nggak kenal. Saya nggak kenal, lalu mereka bilang, 'Mas Raffi, perusahaan kami ini, Blueray ini, kita bisa kirimin, bisa kirimin apa pun itu, mau handphone, mau laptop, mau iPad, mau ini, mau itu'. (Saya bilang) 'Oh iya, kan ada handphone yang terbaru, nanti kalau dikirim bisa? Ya nggak mungkin dong', saya bilang 'Oh, nggak ah, saya nggak mau kirim lewat kamu'. Kan nggak mungkin saya bilang," jelasnya.
Raffi menegaskan bahwa ia hanya berbasa-basi dan tidak pernah berniat menggunakan jasa pengiriman tersebut. Ia mengaku ditawari jasa pengiriman gratis, namun ia menolak.
"Dia ada chat, dibilang gratis. Saya bilang, 'Aduh, nggak usah, nggak usah, nggak usah, saya nggak usah, nggak usah. Nggak, nggak mau kalau gratis, saya nggak mau'. Saya bilang gitu. 'Nanti aja'. Dia bilang 'Nah, kalau pesen?'. 'Iya, iya, iya, ya udah nanti kalau ada yang itu, pesen, oke, oke'. Saya hanya, hanya sebatas gitu aja loh," katanya.
Nama Raffi Muncul di Persidangan
Nama Raffi Ahmad pertama kali mencuat dalam persidangan kasus dugaan suap impor dengan terdakwa pimpinan Blueray Cargo Grup, John Field dkk, pada Jumat (5/6). Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanyakan kepada saksi Sri Pangestuti, seorang Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK), terkait permintaan pengiriman laptop dan iPhone 17 dari Amerika Serikat ke Indonesia.
Juru Bicara KPK, Taufiq Syarifudin, mengatakan bahwa fakta-fakta yang terungkap di persidangan akan dipelajari lebih lanjut. Pihak KPK tidak menutup kemungkinan untuk memanggil pihak-pihak terkait dalam sidang tersebut.
"Apakah nanti fakta-fakta persidangan itu akan menjadi fakta baru yang kemudian perlu didalami? Ya, kami akan lakukan pemeriksaan-pemeriksaan tentunya," ujarnya.



