Jakarta - Pemerintah Jepang secara resmi meminta pemerintah China untuk memberikan jaminan keselamatan bagi warga negaranya setelah terjadi insiden penusukan di sebuah restoran di Shanghai, yang mengakibatkan dua warga Jepang mengalami luka-luka. Peristiwa ini menjadi titik gesekan diplomatik terbaru di tengah ketegangan hubungan kedua negara yang dipicu oleh pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengenai kemungkinan intervensi militer jika Beijing menyerang Taiwan.
Kronologi Kejadian
Pada Selasa (19/5), Kepolisian distrik Pudong melaporkan melalui media sosial bahwa mereka menerima laporan mengenai seorang pria yang melukai orang-orang dengan pisau buah di sebuah restoran. Pelaku, yang diidentifikasi bernama Yang, seorang pria berusia 59 tahun, langsung ditahan di tempat kejadian. Polisi menyatakan bahwa tersangka memiliki riwayat penyakit mental. Tiga orang dilarikan ke rumah sakit, dan media Jepang melaporkan bahwa dua di antaranya adalah warga negara Jepang.
Konfirmasi dari Konsulat Jepang
Konsulat Jepang di Shanghai mengonfirmasi bahwa dua warga negara Jepang mengalami luka-luka dan sedang menjalani perawatan medis. Juru bicara konsulat menyatakan, "Pemerintah Jepang telah meminta pemerintah China untuk mengklarifikasi fakta, memberikan penjelasan yang jelas, dan memastikan keselamatan serta keamanan warga negara Jepang."
Tanggapan Pemerintah Jepang
Juru bicara pemerintah Jepang, Minoru Kihara, mengonfirmasi bahwa Tokyo telah meminta penjelasan dari Beijing. Ia menambahkan bahwa peringatan konsuler telah dikirimkan kepada semua warga negara Jepang yang tinggal di China. "Pemerintah akan terus, sambil menjaga kontak dengan pihak-pihak terkait, memberikan semua dukungan yang mungkin dari sudut pandang melindungi warga negara Jepang," ujarnya.
Situasi di Lokasi Kejadian
Restoran yang menjadi lokasi serangan tampak tenang pada Rabu (20/5). Polisi melaporkan bahwa ketika tersangka ditahan, ia berbicara tidak jelas dan berperilaku tidak menentu, yang memperkuat dugaan adanya gangguan jiwa.
Dampak Diplomatik
Insiden ini terjadi di tengah ketegangan diplomatik antara Jepang dan China. Pernyataan PM Jepang Sanae Takaichi mengenai Taiwan telah memicu kebuntuan hubungan kedua negara. Jepang mendesak China untuk memberikan penjelasan yang transparan dan memastikan keamanan warga Jepang di China.



