Presiden Amerika Serikat Donald Trump meragukan prospek proposal baru yang diajukan Iran. Jika Amerika Serikat menolak proposal tersebut, apa yang akan terjadi selanjutnya? Guru besar hukum internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, mengungkapkan ada dua kemungkinan yang dapat terjadi.
Dua Skenario Jika AS Menolak Proposal Iran
Kemungkinan pertama, Amerika Serikat akan kembali melancarkan serangan terhadap Iran. Hikmahanto menjelaskan bahwa Trump menghadapi kendala karena belum mendapatkan persetujuan dari Kongres. Serangan sebelumnya tidak memerlukan persetujuan Kongres, tetapi hanya berlaku selama 60 hari, dan saat ini batas waktu tersebut telah habis.
"Kemungkinan pertama AS akan menyerang kembali Iran. Masalahnya bagi Trump ia belum mendapat persetujuan dari Kongres. Kalau kemarin AS menyerang memang tidak membutuhkan approval dari Kongres hanya saja masa berlakunya hanya untuk 60 hari. Saat ini kan sudah 60 hari," kata Hikmahanto kepada wartawan, Senin (4/5/2026).
Kemungkinan Kedua: Gencatan Senjata Tanpa Perundingan
Kemungkinan kedua, menurut Hikmahanto, adalah perundingan lanjutan antara AS dan Iran tidak akan digelar. Namun, gencatan senjata diyakini akan tetap diberlakukan. "Kemungkinan kedua, proposal tidak diterima dan perundingan putaran berikut tidak dilakukan namun gencatan senjata terus diberlakukan oleh Trump," sambungnya.
Jika skenario ini terjadi, artinya perang mereda. Baik AS maupun Iran sama-sama dapat mengklaim kemenangan, dan gencatan senjata tanpa batas waktu menjadi penyelesaian konflik. Hikmahanto menilai ini bisa menjadi strategi keluar (exit strategy) bagi Trump dengan menyalahkan Kongres karena tidak memberikan persetujuan untuk serangan.
"Trump akan mengatakan seandainya Kongres memberi persetujuan sudah pasti AS akan menyerang Iran dan melumatkan Iran, termasuk kemampuannya untuk mengembangkan senjata nuklir dan pengayaan uranium," pungkas Hikmahanto.
Proposal 14 Poin dari Iran
Sebelumnya, dilansir AFP, Minggu (3/5), kantor berita Iran Tasnim dan Fars melaporkan bahwa Teheran telah menyerahkan proposal 14 poin kepada mediator Pakistan. Rinciannya mencakup pengakhiran konflik di semua lini dan pembentukan kerangka kerja baru untuk Selat Hormuz yang strategis.
Menanggapi hal itu, Trump menyatakan di platform Truth Social miliknya, "Saya akan segera meninjau rencana yang baru saja dikirim Iran kepada kami, tetapi tidak dapat membayangkan bahwa itu akan diterima karena mereka belum membayar harga yang cukup besar atas apa yang telah mereka lakukan kepada umat manusia, dan dunia, selama 47 tahun terakhir."
Dalam wawancara singkat dengan wartawan di West Palm Beach, Florida, Trump menolak menyebutkan secara spesifik pemicu aksi militer baru terhadap Iran. "Jika mereka berperilaku buruk, jika mereka melakukan sesuatu yang buruk, tetapi saat ini, kita akan lihat. Tetapi itu adalah kemungkinan yang bisa terjadi, tentu saja," katanya.



