Amerika Serikat (AS) telah menyelesaikan operasi ofensifnya terhadap Iran. Lantas apa selanjutnya setelah operasi bernama Epic Fury tersebut?
Pernyataan Menlu AS
Selesainya operasi Epic Fury awalnya disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Marco Rubio pada hari Selasa (5/5) waktu setempat. Ia mengulangi pernyataan kepada Kongres AS, hampir sebulan setelah gencatan senjata.
"Operasi telah berakhir -- Epic Fury -- seperti yang diberitahukan presiden kepada Kongres. Kita sudah selesai dengan tahap itu," kata Rubio kepada wartawan di Gedung Putih, dilansir kantor berita AFP, Rabu (6/5).
Sebelumnya, Gedung Putih telah memberi tahu para anggota parlemen bahwa perang telah berakhir karena gencatan senjata. Hal ini berarti menghindari persyaratan hukum untuk meminta Kongres mengesahkan konflik yang berlangsung lebih dari 60 hari.
"Ini bukan operasi ofensif; ini adalah operasi defensif," kata Rubio. "Dan artinya sangat sederhana -- tidak ada penembakan kecuali kita ditembak terlebih dahulu."
Rubio mengatakan Amerika Serikat telah "mencapai tujuan" perang tersebut. "Mereka menghadapi, mereka menghadapi kehancuran nyata dan dahsyat bagi perekonomian mereka," ujarnya.
Reaksi Trump: Perang Disebut Pertempuran Kecil
Presiden AS Donald Trump buka suara usai operasi tersebut. Ia berusaha mengecilkan perang dengan Iran dengan menyebutnya sebagai "pertempuran kecil."
"Kita berada dalam pertempuran kecil militer. Saya menyebutnya pertempuran kecil, karena Iran tidak punya peluang. Mereka tidak pernah punya. Mereka tahu itu," kata Trump selama acara di Ruang Oval, Gedung Putih tentang kebugaran fisik di kalangan anak-anak Amerika pada hari Selasa (5/5) waktu setempat.
Trump sering menggembar-gemborkan konflik tersebut sebagai keberhasilan yang gemilang, misalnya dengan bersikeras bahwa angkatan laut Iran telah dihancurkan. Trump terkadang secara terbuka menyebutnya perang, tetapi lebih sering mencoba mengecilkannya karena perang tersebut tidak populer di dalam negeri.
Sebelumnya pada hari Senin (4/5) waktu setempat, Trump menyebut perang Iran sebagai "perang mini." Bulan lalu ia menggambarkan operasi militer AS terhadap Iran sebagai "ekspedisi kecil."
Ultimatum Trump: Pengeboman Akan Dimulai
Tak berhenti sampai mengerdilkan Iran, Trump juga memberikan ultimatum. Ia menyebut "pengeboman akan dimulai" dan intensitasnya akan lebih tinggi dibanding sebelumnya.
"Dengan asumsi Iran setuju untuk memberikan apa yang telah disepakati, yang mungkin merupakan asumsi besar, maka Epic Fury yang sudah melegenda akan berakhir, dan blokade yang sangat efektif akan memungkinkan Selat Hormuz TERBUKA UNTUK SEMUA, termasuk Iran. Jika mereka tidak setuju, pengeboman akan dimulai, dan sayangnya akan dilakukan pada tingkat dan intensitas yang jauh lebih tinggi daripada sebelumnya," tulis Trump dalam unggahan di Truth Social, seperti dilansir CNN, Rabu (6/5).
Trump mengatakan AS masih membuka peluang kesepakatan yang akan mengakhiri operasi militer AS terhadap Iran. Namun, ia menambahkan bahwa kemungkinan tercapainya kesepakatan itu merupakan "asumsi besar."
Latar Belakang Konflik
Sebagai informasi, Israel dan Amerika Serikat menyerang Iran pada 28 Februari, menewaskan para pemimpin dan menghancurkan situs-situs militer serta ekonomi utama. Iran kemudian merespons dengan serangan rudal dan drone di berbagai wilayah. Pada 8 April, Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran yang kemudian diperpanjang, meskipun negosiasi dengan Teheran masih buntu.



