Oditur Militer Buka Peluang Hadirkan Dokter Andrie Yunus di Sidang
Oditur Militer Buka Peluang Hadirkan Dokter Andrie Yunus

Oditur Militer II-07 Jakarta membuka peluang untuk menghadirkan dokter yang menangani Wakil Koordinator Bidang Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, sebagai saksi ahli dalam persidangan perkara penyiraman air keras. Letkol Chk Mohammad Iswadi menyatakan bahwa langkah ini dipertimbangkan setelah tim oditur tidak dapat bertemu langsung dengan Andrie yang masih dalam masa pemulihan pasca operasi di rumah sakit.

Pertimbangan Pemanggilan Dokter

Menurut Iswadi, kondisi medis Andrie Yunus menjadi salah satu faktor penting dalam penyusunan tuntutan terhadap para terdakwa. Keterangan dokter dinilai dapat membantu memperkuat pembuktian di persidangan. "Jadi ibarat saya kalau berperang, saya ini perlu senjata, perlu amunisi. Nah, senjata dan amunisi itu dapat dari mana? Ya dari keterangan korban dan keterangan dari saksi ahli, yakni dokter," jelasnya saat ditemui di RSCM, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026).

Iswadi menambahkan bahwa saat ini tim oditur baru memiliki alat bukti berupa barang bukti, pengakuan terdakwa, serta keterangan saksi-saksi yang telah diperiksa. "Kalau kami tidak dapat, ya kami hanya dari barang bukti dan dari pengakuan terdakwa serta saksi-saksi yang sudah kami periksa. Itu saja," ucapnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kunjungan ke Rumah Sakit Gagal

Tim oditur militer sebelumnya mendatangi rumah sakit untuk menjenguk Andrie Yunus, namun kunjungan tersebut tidak terlaksana karena Andrie tidak bersedia. Selain itu, kondisi medisnya belum memungkinkan untuk bertemu karena baru menjalani operasi keenam. "Tadi informasi dari manajemen rumah sakit, ini harus posisi statis. Kalau bergerak sedikit, nanti operasinya akan gagal," kata Iswadi.

Komunikasi dengan Dokter

Meski gagal bertemu korban, pihak rumah sakit telah membuka kemungkinan komunikasi dengan dokter yang menangani Andrie melalui prosedur resmi. "Barangkali nanti kami bersurat kepada pihak rumah sakit, karena pihak rumah sakit juga memberikan akses kepada kami untuk bertemu dengan dokter," katanya. Iswadi menambahkan, apabila mendapat arahan dari pimpinan Oditurat Militer, pihaknya akan segera meminta keterangan dokter terkait kondisi terbaru korban sebelum menyusun tuntutan terhadap para terdakwa. "Kalau memang nanti kami diperintahkan untuk bertemu dokter, nanti kami akan menemui dokter untuk menanyakan kondisi terakhir saudara Andre Yunus sebelum kami membuat tuntutan," ujarnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga