Upaya Amerika Serikat dan Iran untuk mencapai kesepakatan penghentian perang kembali menemui jalan buntu. Teheran mengajukan respons yang dinilai Washington terlalu jauh dari kerangka awal yang ditawarkan.
Proses Negosiasi yang Mandek
Pemerintah AS sebelumnya menunggu selama 10 hari untuk menerima tanggapan Iran terhadap proposal penghentian perang. Namun, ketika respons itu akhirnya datang pada Minggu (10/5/2026), isi tuntutan Iran justru memperlihatkan bahwa kedua pihak masih berada di posisi yang sangat berseberangan.
Tuntutan Iran
Meski tidak pernah dipublikasikan secara resmi, media pemerintah Iran melaporkan Teheran menuntut beberapa hal, antara lain:
- Penghentian penuh perang di semua front
- Pengakuan kedaulatan atas Selat Hormuz
- Pencabutan total sanksi ekonomi terhadap Iran
Tuntutan-tuntutan tersebut dinilai oleh Washington sebagai langkah yang terlalu jauh dari kerangka awal yang telah disepakati. Hal ini membuat proses negosiasi kembali menemui jalan buntu.
Implikasi ke Depan
Kebuntuan ini menunjukkan bahwa kedua pihak masih memiliki perbedaan yang sangat besar. Tanpa adanya kompromi, kemungkinan tercapainya kesepakatan penghentian perang dalam waktu dekat semakin kecil. Situasi ini juga berdampak pada stabilitas kawasan, terutama terkait dengan isu Selat Hormuz yang merupakan jalur pelayaran strategis.



