Polisi tengah memburu tiga pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) yang bersenjata api di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Komplotan ini nekat melepaskan tembakan saat korban berusaha mempertahankan kendaraannya.
Kronologi Kejadian
Insiden terjadi di Jalan Duri Raya, Kebon Jeruk, pada Minggu (10/5) siang. Kapolsek Kebon Jeruk Kompol Nur Aqsha menyatakan pihaknya telah memeriksa tempat kejadian perkara (TKP) bersama reskrim polres dan saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
"Sudah kami cek TKP bergabung dengan reskrim polres dan saat ini sedang dalam penyelidikan lebih lanjut," ujar Aqsha, Selasa (12/5/2026). Ia belum membeberkan detail mengenai selongsong peluru yang diamankan.
Kesaksian Korban
Seorang pria bernama Alif (25) menjadi korban penembakan. Saat itu, Alif sedang makan bakso di warung dekat rumahnya. Ia melihat dua orang masuk warung lalu keluar lagi. Tak lama, ia melihat motornya digerak-gerakkan stangnya oleh orang tak dikenal.
Alif segera berlari ke arah motornya, meninggalkan baksonya. Komplotan itu kemudian menodongkan senjata api ke arahnya. "Saya keluar, 'Woi mau ngapain ini?'. Dia langsung nodongin pistol ke saya, bilang 'Diam, diam, diam' katanya. Ya udah ayo kata gue tuh. Langsung nembak dia buat peringatan," ujar Alif.
Meski Alif berusaha mempertahankan motornya dengan melempar gelas, ia kalah jumlah. Tiga pelaku berhasil membawa kabur sepeda motor Honda CRF hitam milik Alif dengan nomor polisi F 2715 WAJ. Peluru tidak mengenai Alif secara langsung, tetapi pecahan kaca mengenai pergelangan kakinya.
Modus Operandi
Warga sekitar, Ramadhan (32), mengatakan kasus curanmor di Jalan Duri Raya sudah beberapa kali terjadi dengan modus komplotan bersenjata api. "Belum lama di Indomaret atas noh, sama juga, pelakunya komplotan," katanya. Ia menduga para pelaku adalah sindikat yang dalam sehari bisa menggasak lebih dari dua motor dan berpindah tempat setelah beraksi.
Alif telah melaporkan kejadian ini ke polisi dan mendapatkan perawatan untuk luka di kaki kanannya. Polisi masih mendalami kasus ini dan akan memberikan perkembangan lebih lanjut.



