Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Mohammad Jumhur Hidayat mengungkapkan bahwa proses pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, telah menunjukkan kemajuan yang signifikan. Memasuki hari keenam pada Minggu (5/7/2026), titik api yang masih tersisa diperkirakan hanya sekitar 3,6 persen atau 1,68 hektare dari total 18 hektare area yang sebelumnya terbakar.
Penurunan Drastis Titik Api
Jumhur menjelaskan bahwa sebelumnya sekitar 70 persen area TPA terbakar. Melalui upaya pemadaman yang intensif, angka tersebut berhasil ditekan menjadi 3,6 persen. "Tadinya sekitar 70 persen daerah ini membara. Kemudian secara bertahap, kerja keras dimatikan, diberi air dari bawah, disuntik ke bawah, dari atas helikopter jalan terus, pemadam kebakaran dan sebagainya, maka sekarang tinggal 3,6 persen. Artinya ini suatu angka yang luar biasa," ujar Jumhur usai meninjau TPA Jatiwaringin.
Metode Pemadaman Injeksi
Tim Manggala Agni masih melakukan pemadaman menggunakan metode injeksi, yaitu menyuntikkan air langsung ke dalam timbunan sampah untuk memadamkan bara api di bawah permukaan. "Lalu ada tim Manggala Agni yang melakukan injeksi (pemadaman dari bawah). Teorinya harusnya mati, tapi kalau panas terus menerus, potensi terbakar lagi ada kalau kita tidak waspada," jelas Jumhur. Operasi ini melibatkan petugas pemadam kebakaran, BNPB, alat berat, dan helikopter water bombing.
Kebakaran Berlangsung Sejak Akhir Juni
Kebakaran TPA Jatiwaringin terjadi sejak Selasa (30/6/2026). Hingga hari keenam, penanganan masih berlangsung dengan melibatkan berbagai pihak untuk mengendalikan api yang membakar timbunan sampah. Jumhur mengapresiasi kerja keras semua petugas yang berhasil menekan luas area terbakar secara drastis. Ia juga mengingatkan potensi munculnya kembali titik api jika kewaspadaan menurun, mengingat kondisi panas yang masih ada di bawah permukaan sampah.



