Jumlah korban tewas dalam serangan bom di jalanan Kolombia menjelang pemilihan presiden meningkat menjadi 14 orang. Setidaknya 38 orang lainnya, termasuk lima anak-anak, mengalami luka-luka. Peristiwa ini menghancurkan jalan yang sedang ramai di wilayah barat daya Kolombia.
Ledakan di Jalan Raya Pan-Amerika
Dilansir dari CNN, Minggu (26/4/2026), insiden tersebut merupakan bagian dari 'gelombang' serangan teror akhir pekan ini, menurut pejabat Kolombia, di tengah meningkatnya kekerasan mematikan di negara itu.
'Sebuah alat peledak diledakkan di Jalan Raya Pan-Amerika, di sektor El Túnel, Cajibío, dalam serangan tanpa pandang bulu terhadap warga sipil,' ujar Gubernur Cauca Octavio Guzmán dalam unggahan di media sosial.
Guzmán kemudian menambahkan bahwa Menteri Pertahanan Kolombia Pedro Sánchez telah berada di lokasi ledakan untuk membantu 'mengoordinasikan upaya penyelamatan.' Otoritas juga 'memulai dewan keamanan tingkat nasional untuk menangani situasi serius ini,' katanya.
Dampak Ledakan dan Respons Otoritas
Video yang beredar di media sosial menunjukkan dampak ledakan tersebut, dengan kawah besar menganga di tengah jalan. Mobil, truk, dan bus yang hancur serta tertutup debu dan puing berserakan di sekitar lokasi, bersama jasad para korban.
'Kami menghadapi eskalasi terorisme yang membutuhkan respons segera,' kata Guzmán, sambil mengeluarkan seruan 'mendesak' kepada otoritas nasional untuk menjamin keamanan. Petugas Palang Merah terlihat beroperasi di tepi kawah bekas ledakan di Jalan Raya Pan-Amerika.
Gelombang Serangan di Berbagai Wilayah
Otoritas juga menerima laporan insiden kekerasan di sejumlah wilayah lain, termasuk di El Túnel, El Tambo, Caloto, Popayán, Guachené, Mercaderes, dan Miranda. Panglima Angkatan Bersenjata Kolombia Hugo Alejandro López Barreto menyebutnya sebagai 'gelombang serangan.'
Gelombang kekerasan ini meningkatkan ketegangan menjelang pemilihan presiden pada 31 Mei, di mana isu keamanan menjadi salah satu fokus utama.
Senator sayap kiri Ivan Cepeda, yang dikenal sebagai arsitek kebijakan kontroversial Presiden Gustavo Petro dalam bernegosiasi dengan kelompok bersenjata, saat ini unggul dalam jajak pendapat. Ia diikuti oleh kandidat sayap kanan Abelardo de la Espriella dan Paloma Valencia.



