Kontroversi yang membayangi Pangeran Andrew kembali mencuat setelah muncul laporan bahwa Istana Buckingham diduga telah menerima informasi sensitif terkait aktivitas sang pangeran sejak tahun 2020, namun tidak mengambil langkah tegas. Laporan terbaru menyebut pihak istana menerima sekitar 30.000 email yang diduga berisi bukti Andrew membagikan informasi rahasia ketika masih menjabat sebagai utusan perdagangan pemerintah Inggris.
Informasi dari BBC
Informasi tersebut pertama kali diungkap oleh BBC. Menurut laporan itu, dokumen-dokumen tersebut diterima oleh Lord Chamberlain, pejabat paling senior dalam rumah tangga kerajaan, enam tahun sebelum Andrew ditangkap terkait dugaan pelanggaran jabatan publik pada Februari 2026.
Tanggapan Istana Buckingham
Menanggapi laporan tersebut, Istana Buckingham menolak memberikan komentar lebih lanjut. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak kerajaan mengenai isi email atau langkah apa yang akan diambil ke depannya.



