Israel mengklaim telah membunuh kepala sayap bersenjata Hamas yang baru, Mohammed Odeh, dalam sebuah serangan di Gaza. Klaim ini muncul meskipun gencatan senjata masih berlangsung di wilayah tersebut. Odeh adalah kepala keempat Brigade Ezzedine Al-Qassam yang menurut Israel telah tewas sejak dimulainya perang Gaza pada Oktober 2023.
Kronologi Serangan
Dalam pernyataan bersama, militer Israel dan badan keamanan domestik Shin Bet mengatakan bahwa Odeh tewas pada Selasa lalu. Mereka menyebutkan bahwa ia baru saja diangkat sebagai kepala brigade setelah pembunuhan Ezzedine al-Haddad pada 15 Mei 2026. Serangan ini dilakukan di tengah perayaan Idul Adha, yang menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan pendukungnya.
Konfirmasi dari Hamas
Sayap bersenjata Hamas, Brigade Ezzedine Al-Qassam, mengonfirmasi kematian Odeh dalam sebuah pernyataan. Mereka menyebutnya sebagai "salah satu pemimpin terkemuka perlawanan Palestina" yang gugur sebagai syahid. Pernyataan itu juga menambahkan bahwa Odeh tewas bersama istri dan anak-anaknya dalam "operasi pembunuhan pengecut". Seorang pejabat Hamas mengungkapkan bahwa tiga anak Odeh tewas, termasuk dua pria dewasa dan seorang gadis di bawah usia 18 tahun.
Pemakaman dan Reaksi
Pemakaman Odeh dan keluarganya berlangsung pada hari Rabu di Kota Gaza, dihadiri oleh ratusan pelayat. Sebuah senapan AK-47 diletakkan di atas jenazah Odeh saat kerumunan membawanya ke masjid untuk salat jenazah. Bassem Abu Odeh, sepupu almarhum, menyatakan bahwa mereka seharusnya merayakan Idul Adha, tetapi justru menjadi sasaran rudal Israel. Ia mengecam tindakan tersebut sebagai tindakan kriminal Zionis.
Sejak serangan Hamas pada Oktober 2023, Israel secara sistematis menargetkan para pemimpin Hamas, baik di Gaza maupun di luar negeri. Pembunuhan Odeh menandai eskalasi terbaru dalam konflik yang telah berlangsung puluhan tahun ini.



