Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mengambil langkah antisipasi menghadapi fenomena El Nino yang berpotensi menyebabkan kekeringan di areal persawahan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyiapkan pompa air untuk menjamin ketersediaan air di saluran irigasi saat musim kemarau tiba.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, Arlan Marzan, menyatakan bahwa pihaknya telah menyusun rencana untuk mengatasi kemungkinan kemarau panjang. "Intinya, kita sudah menyiasati rencana. Kalau misalkan benar-benar terjadi kemarau panjang dan air dari sungai tidak ada, kita akan memompa air agar sampai ke irigasi sehingga pasokan air tetap terjaga," kata Arlan pada Minggu (12/7/2026).
Upaya Maksimal Menjaga Pasokan Air
Menurut Arlan, Pemprov Banten akan berupaya maksimal untuk menjaga stok air di saluran irigasi agar tanaman padi tidak mengalami gagal panen akibat kekurangan air. Ia menegaskan komitmennya untuk memastikan petani mendapatkan air dengan berbagai cara. "Insyaallah kita akan berbuat semaksimal mungkin agar petani mendapat air, apa pun caranya. Apa pun caranya akan kita lakukan," ujarnya.
Wilayah Lumbung Padi Terancam
Lumbung padi di Provinsi Banten tersebar di beberapa daerah, di antaranya Kabupaten Lebak seperti Wanasalam dan Malingping, serta Kabupaten Pandeglang seperti Cikeusik dan Cibaliung. Wilayah-wilayah ini menjadi prioritas dalam penanganan kekeringan.
Persiapan Pompa Air
Kepala Seksi Operasi dan Pemeliharaan UPTD Pengelolaan DAS Ciliman-Cisawarna, Kuncoro, menyebut pihaknya telah menyiapkan sekitar lima unit pompa air. Ia juga berusaha menambah dua unit pompa lagi untuk memperlancar penanganan. "Kita akan siapkan pompa apung. Saat ini kita punya stok lima unit, memang kita butuh tujuh, tapi insyaallah nanti akan dipenuhi," katanya.
Kuncoro menambahkan bahwa setiap musim kemarau, masalah kekeringan kerap muncul, terutama di wilayah Malingping. "Intinya kalau kemarau, biasanya lima bulan saja sudah kering," jelasnya. Dengan persiapan pompa air ini, diharapkan pasokan air untuk irigasi tetap terjaga dan petani dapat menjalankan aktivitas pertanian tanpa hambatan berarti.



