Israel Diduga Jadi Penghambat Perundingan Damai AS-Iran
Israel Diduga Jadi Penghambat Perundingan Damai AS-Iran

Dalam upaya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mencapai kesepakatan damai, muncul dugaan bahwa pihak ketiga menghalangi proses tersebut. Profesor Universitas Teheran, Foad Izadi, pada Rabu (27/5/2026) menyatakan bahwa Iran telah menunjukkan kesiapan untuk berkompromi demi mencapai kesepakatan dengan AS.

Pihak Ketiga yang Menghalangi

Menurut Izadi, setiap kali kedua negara hampir mencapai titik kesepakatan dalam pembicaraan sebelumnya, selalu ada pihak lain yang berupaya mengganggu proses diplomasi. Ia menuding Israel dan pihak-pihak lain sebagai aktor yang tidak menginginkan adanya kesepakatan.

“Anda memiliki Israel dan pihak-pihak lain yang tidak ingin melihat adanya bentuk kesepakatan apa pun. Mereka kemudian melakukan berbagai aktivitas untuk mencoba mencegah tercapainya kesepakatan,” kata Izadi kepada Al Jazeera.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kesiapan Iran untuk Berkompromi

Izadi menegaskan bahwa Iran telah berulang kali menunjukkan kesiapan untuk bernegosiasi dan mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan. Namun, intervensi dari pihak ketiga sering kali menghambat kemajuan perundingan.

Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan yang masih berlangsung di kawasan Teluk, termasuk insiden terkait kapal Korea Selatan di Selat Hormuz yang diduga ditembak oleh Iran.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga