BMKG: Hujan Lebat dan Angin Kencang Masih Mengancam Sejumlah Wilayah
Hujan Lebat dan Angin Kencang Masih Mengancam

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami hujan lebat dan angin kencang pada Rabu, 22 Juli 2026, meskipun musim kemarau terus meluas. Informasi ini disampaikan BMKG dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

Dominasi Curah Hujan Rendah

BMKG menjelaskan bahwa pada Dasarian I Juli 2026, kondisi iklim Indonesia didominasi oleh curah hujan rendah yang mencakup 72,38 persen wilayah. Sementara itu, curah hujan kategori menengah tercatat sebesar 25,99 persen, kategori tinggi 1,58 persen, dan kategori sangat tinggi hanya 0,05 persen. Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia mengalami curah hujan yang lebih rendah dari biasanya.

Sifat Hujan Bawah Normal

Berdasarkan sifat hujannya, sekitar 70,08 persen wilayah Indonesia mengalami kondisi bawah normal. Adapun 12,86 persen wilayah berada pada kategori normal, 8,29 persen di atas normal, dan 8,78 persen jauh di atas normal. Meskipun demikian, BMKG mengingatkan bahwa potensi hujan lebat dan angin kencang masih dapat terjadi di beberapa daerah.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Wilayah yang Perlu Waspada

Menurut BMKG, beberapa wilayah yang perlu mewaspadai potensi hujan lebat dan angin kencang antara lain sebagian Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, terutama di daerah yang memiliki topografi rawan.

BMKG juga menyarankan agar masyarakat terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG dan instansi terkait. "Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan mempersiapkan diri menghadapi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi," ujar Kepala BMKG dalam pernyataannya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga