Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang wilayah Selat Sunda, Banten, pada Rabu (8/7) pukul 02.44 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episenter gempa berada 62 kilometer arah Barat Daya Sumur, Banten, dengan kedalaman dangkal akibat aktivitas subduksi. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Detail Gempa dan Imbauan BMKG
Menurut keterangan resmi BMKG, gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi. Analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Hingga pukul 03.05 WIB, BMKG belum mencatat adanya gempa bumi susulan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa bumi.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat
Hampir bersamaan dengan gempa, Gunung Anak Krakatau (GAK) menunjukkan peningkatan aktivitas erupsi. Berdasarkan data dari aplikasi Magma Indonesia milik PVMBG Kementerian ESDM, gunung berapi di Selat Sunda itu telah mengalami lima kali erupsi sejak dini hari hingga pukul 09.35 WIB.
Dalam rentang waktu 00.00 WIB hingga 06.00 WIB, Gunung Anak Krakatau berulang kali erupsi dengan amplitudo 24,4 hingga 26,1 mm. Erupsi pertama terjadi pukul 00.11 WIB dengan ketinggian kolom abu tidak teramati karena kondisi malam hari. Rekaman seismogram menunjukkan amplitudo maksimum 24 mm selama 40 detik.
Rangkaian Erupsi GAK
Letusan berlanjut pukul 05.50 WIB dengan ketinggian kolom abu mencapai 250 meter, berwarna kelabu hingga hitam, mengarah ke barat laut. Amplitudo maksimum tercatat 26,1 mm selama 44 detik. Erupsi ketiga terjadi pukul 07.11 WIB dengan ketinggian kolom abu 250 meter, amplitudo 44,4 mm selama 31 detik.
Pada pukul 08.42 WIB, ketinggian letusan menurun menjadi 100 meter dari atas puncak dengan kolom abu hitam tebal ke arah barat laut, amplitudo 35 mm selama 40 detik. Erupsi terakhir tercatat pukul 09.35 WIB setinggi 200 meter di atas puncak, kolom abu kelabu mengarah ke barat laut, dengan amplitudo maksimum 49 mm selama 27 detik.
Status Siaga dan Larangan Aktivitas
Saat ini, pos pantau GAK di Pasauran Anyer, Kabupaten Serang, Banten, menetapkan status gunung berapi pada Level III atau Siaga. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.



