Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Heni Hamidah mengungkapkan bahwa pihaknya terus memantau penanganan kasus seorang wanita warga negara Indonesia (WNI) berinisial KAH (20) yang tewas ditikam di apartemennya di Hamamatsu, Jepang. Menurut keterangan resmi, KAH telah menetap di Jepang bersama keluarganya.
Kronologi Penusukan
Korban ditemukan dalam kondisi kritis dengan luka tikam pada pukul 11.40 waktu setempat, Selasa (7/7/2026), di apartemen tempat tinggalnya bersama orang tua. Tetangga korban melaporkan mendengar teriakan minta tolong dan segera menghubungi layanan darurat. Mereka juga melihat seorang pria berpakaian hitam meninggalkan lokasi kejadian. Korban kemudian dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.
Pelaku Diduga WN Kanada
Heni menyatakan, "Sementara terduga pelaku merupakan seorang pria WN Kanada yang tinggal di Jepang. Saat ini, kasus masih dalam proses penyelidikan oleh Kepolisian." Otoritas Jepang masih mendalami motif dan detail peristiwa. Belum ada keterangan resmi mengenai kaitan antara kematian KAH dengan seorang pria yang tewas tertabrak kereta di dekat lokasi kejadian.
Keterkaitan dengan Pria Tertabrak Kereta
Tak lama setelah penusukan, seorang pria tewas tertabrak kereta di jalur rel JR Tokaido. Masinis kereta melaporkan melihat seorang pria berpakaian hitam melompati pagar dan menyeberang rel. Peristiwa terjadi sekitar 500 meter di barat Stasiun JR Maisaka, Hamamatsu, Prefektur Shizuoka. KBRI Tokyo terus berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk mengklarifikasi hubungan kedua insiden tersebut.
Koordinasi KBRI Tokyo
"KBRI Tokyo akan terus memantau penanganan kasus tersebut melalui koordinasi intensif dengan otoritas setempat," ujar Heni. Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Tokyo telah melakukan komunikasi intensif dengan Hamamatsu Nishi Police untuk memastikan hak-hak korban dan keluarga terpenuhi.



