Foto Hoaks Gedung DPR RI Dibakar Beredar di Media Sosial
Foto Hoaks Gedung DPR RI Dibakar Beredar di Medsos

Foto yang memperlihatkan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI terbakar dengan demonstran di sekitarnya beredar di media sosial pada Kamis (23/7/2026). Unggahan tersebut mengklaim peristiwa terjadi pada 22 Juli 2026. Namun, Tim Cek Fakta Kompas.com memastikan bahwa narasi dalam foto tersebut adalah hoaks.

Beredarnya Foto Hoaks

Foto tersebut diunggah oleh setidaknya tiga akun Facebook berbeda pada hari Kamis. Dalam gambar, terlihat kobaran api besar menyelimuti sebagian gedung DPR, dengan sejumlah orang yang tampak sebagai demonstran berdiri di sekitar area. Unggahan-unggahan itu langsung mendapat banyak reaksi dan dibagikan ulang oleh pengguna lain. Narasi yang disertakan umumnya menyebutkan bahwa gedung parlemen dibakar dalam aksi unjuk rasa pada tanggal 22 Juli 2026.

Penelusuran Tim Cek Fakta

Untuk memverifikasi kebenaran klaim tersebut, Tim Cek Fakta Kompas.com melakukan penelusuran melalui berbagai sumber. Pertama, tim memeriksa arsip pemberitaan dari media arus utama nasional pada tanggal 22 dan 23 Juli 2026. Tidak ditemukan satu pun laporan valid yang mengonfirmasi adanya insiden pembakaran Gedung DPR RI pada tanggal tersebut. Selain itu, tim juga melakukan pencarian dengan kata kunci terkait di mesin pencari dan basis data media, namun hasilnya nihil. Tidak ada siaran pers resmi dari pihak kepolisian, TNI, atau sekretariat DPR yang menyebutkan kejadian tersebut. Tim Cek Fakta juga menelusuri kemungkinan foto tersebut merupakan gambar lama atau hasil manipulasi, meskipun dalam artikel ini detail teknis tersebut tidak diuraikan lebih lanjut.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kesimpulan

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan, Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan bahwa foto yang mengklaim Gedung DPR RI dibakar pada 22 Juli 2026 adalah hoaks. Tidak ada bukti atau pemberitaan resmi yang mendukung narasi tersebut. Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi, terutama yang bersifat sensasional, dan selalu melakukan verifikasi melalui sumber terpercaya. Hoaks semacam ini berpotensi menimbulkan keresahan dan kegaduhan di tengah publik. Oleh karena itu, penting untuk tidak langsung percaya pada unggahan yang belum terverifikasi kebenarannya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga