DPR Beberkan 3 Strategi Cegah Bullying Dokter Muda di Rumah Sakit Pendidikan
DPR Beberkan 3 Strategi Cegah Bullying Dokter Muda

Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi membeberkan tiga strategi untuk mencegah maraknya perundungan (bullying) terhadap dokter muda di lingkungan rumah sakit pendidikan. Langkah tersebut dinilai penting agar calon dokter dapat menjalani pendidikan dalam lingkungan yang aman dan bebas dari intimidasi.

Mekanisme Pelaporan Independen

Strategi pertama adalah mewajibkan setiap rumah sakit pendidikan dan institusi penyelenggara pendidikan dokter memiliki mekanisme pelaporan yang independen, mudah diakses, serta menjamin perlindungan bagi pelapor (whistleblower). "Jangan sampai dokter muda takut melapor karena khawatir kariernya terhambat," ujar Nurhadi saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (26/6/2026).

Sanksi Tegas dan Evaluasi Budaya Kerja

Langkah kedua adalah menerapkan sanksi tegas terhadap setiap pelaku perundungan tanpa memandang jabatan, senioritas, maupun reputasi. Menurutnya, budaya saling melindungi pelaku harus dihentikan agar tidak ada lagi impunitas dalam kasus perundungan di lingkungan pendidikan kedokteran. Selain itu, DPR mendorong Kementerian Kesehatan, institusi pendidikan, organisasi profesi, dan rumah sakit melakukan evaluasi menyeluruh terhadap budaya kerja dan pola pembinaan dokter. Senioritas, kata dia, harus diwujudkan dalam bentuk pembimbingan dan transfer ilmu, bukan menjadi alat untuk menekan atau mempermalukan dokter yang lebih junior.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Komitmen DPR untuk Perlindungan Dokter Muda

Komisi IX DPR RI juga berkomitmen mendorong lahirnya kebijakan yang memberikan perlindungan nyata bagi dokter muda dan tenaga kesehatan. "Kita membutuhkan lebih banyak dokter, tetapi mereka juga harus bekerja dalam lingkungan yang aman, sehat secara psikologis, dan menjunjung profesionalisme. Jangan sampai generasi dokter yang berkualitas justru kehilangan semangat karena budaya perundungan yang dibiarkan berlangsung bertahun-tahun," katanya.

Menkes Kaget Banyak Dokter Muda Kena Bullying

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin kaget ketika melihat data soal keluhan dokter di Indonesia. Dari data yang didapat, keluhan terbanyak dari dokter di Indonesia terkait bullying atau perundungan. "Yang pertama yang agak mengagetkan saya ternyata paling banyak yang dikeluhkan oleh dokter adalah perundungan," kata Budi dalam rapat kerja (raker) mengenai perlindungan dan kesejahteraan tenaga medis dan tenaga kesehatan bersama Komisi IX di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Temuan tersebut diperoleh dari berbagai laporan yang masuk terkait perlindungan tenaga medis, mulai dari kasus yang berujung pada sidang di majelis, ancaman fisik, hingga keluhan yang disampaikan melalui media sosial. Dari berbagai laporan tersebut, kasus perundungan menjadi yang paling banyak dikeluhkan dokter. "Misalnya data sidang di majelis karena dituntut oleh pasien, kemudian yang masuk ke media sosial karena secara fisik terancam, ternyata yang paling banyak adalah yang mengalami perundungan dan ini sebagian besar dari seniornya," jelas Budi. Budi mengatakan keluhan atau ketidaknyamanan dokter dalam bekerja diidentifikasi oleh Kemenkes untuk dibereskan satu per satu.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga