Bupati Lampung Selatan (Lamsel), Radityo Egi Pratama, mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat untuk menjauhi kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK) menyusul erupsi yang terjadi pada Rabu (8/7/2026) pagi. Status aktivitas gunung api yang terletak di Selat Sunda ini telah ditingkatkan menjadi Level III (Siaga) oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Larangan Aktivitas dalam Radius 3-5 Kilometer
Berdasarkan rekomendasi PVMBG, masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun dalam radius 3 hingga 5 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau. Egi menegaskan bahwa imbauan ini wajib dipatuhi demi keselamatan bersama. "Ini menjadi perhatian kami. Sekarang statusnya sudah Level III atau Siaga. Sesuai rekomendasi, dalam radius 3 sampai 5 kilometer dari kawah aktif tidak boleh ada aktivitas. Hari ini kami juga terus memonitor perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau," kata Egi dalam pernyataannya, Rabu (8/7/2026).
Koordinasi Pemantauan Aktivitas Vulkanik
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus berkoordinasi dengan PVMBG dan instansi terkait untuk memantau perkembangan aktivitas vulkanik GAK. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi risiko yang dapat mengancam keselamatan masyarakat. Egi mengingatkan warga agar tidak nekat memasuki zona bahaya yang telah ditetapkan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama selama aktivitas vulkanik gunung tersebut masih tinggi.
"Kami mengimbau nelayan maupun pihak yang membuka open trip wisata ke sana untuk sementara tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau. Ini demi keselamatan bersama agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ucap Egi.
Erupsi Pagi Ini dengan Kolom Abu 100 Meter
Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami erupsi sebanyak tiga kali pada Rabu pagi (8/7/2026). Erupsi tersebut menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 100 meter di atas puncak. PVMBG terus memantau situasi dan akan memperbarui informasi jika terjadi perubahan signifikan. Masyarakat di sekitar pesisir Selat Sunda diimbau tetap waspada terhadap potensi abu vulkanik dan gelombang tinggi.



