Presiden Prabowo Subianto mendampingi Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi dalam kunjungan perdana ke Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta, Rabu (8/7/2026). Kunjungan ini menjadi penanda dimulainya kerja sama revitalisasi kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang telah diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO sejak 1991.
Sambutan Tarian Tradisional dan Gamelan
Prabowo dan Modi tiba di lokasi pada pukul 11.45 WIB. Setibanya di kompleks candi, kedua pemimpin disambut dengan pertunjukan seni tari tradisional Rama Sinta yang diiringi gamelan. Tarian ini menggambarkan kisah Ramayana yang juga memiliki akar kuat dalam budaya India dan Indonesia, memperkuat ikatan diplomatik kedua negara.
Agenda Kerja Sama Revitalisasi
Setelah sambutan, Prabowo dan Modi mengikuti pemaparan proyek konservasi warisan dunia UNESCO, serta peresmian prasasti sebagai simbol komitmen bersama. Keduanya juga melakukan sesi foto bersama untuk mengabadikan momen diplomasi budaya ini. Agenda dilanjutkan dengan menaiki boogy car menyusuri area candi, termasuk mengunjungi Candi Nandi dan Candi Siwa. Di Candi Siwa, PM Modi menyempatkan diri mengikuti prosesi Doa Shinta Pooja.
Kunjungan bertajuk 'World Leaders Journey' ini menghasilkan kesepakatan "Indonesia-India Collaborative Cultural Heritage Conservation". Program restorasi jangka panjang dijadwalkan berjalan dari 2026 hingga 2036, dengan fokus pemugaran lebih dari 200 candi perwara di halaman kedua yang saat ini sebagian besar masih berupa reruntuhan.
Teknologi Modern dalam Restorasi
Proyek restorasi ambisius ini akan menerapkan pendekatan teknologi modern, seperti survei LiDAR, rekonstruksi digital berbasis kecerdasan buatan (AI), dokumentasi digital, serta metode anastilosis. Melalui kolaborasi ini, kedua negara diharapkan mencapai hasil maksimal dalam konservasi fisik, dokumentasi ilmiah, peningkatan pengelolaan situs, penguatan kerja sama budaya, dan transfer keahlian antar-arkeolog.
Sejarah Candi Prambanan
Candi Prambanan dibangun pada tahun 856 M oleh Rakai Pikatan dan Rakai Kayuwangi. Kompleks ini memiliki 240 bangunan candi dengan tiga candi utama yang mengusung konsep Trimurti (Siwa, Wisnu, Brahma) serta arsitektur berbasis Vastu Shastra. Sejak 1991, candi ini diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO.
Kunjungan ini tidak hanya memperkuat hubungan bilateral Indonesia-India, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam pelestarian warisan budaya dunia.



