Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait musim kemarau yang diprediksi mencapai puncaknya pada Juli hingga September 2026. Lembaga tersebut mengimbau masyarakat, pemerintah daerah, dan sektor terkait untuk segera menyiapkan langkah mitigasi guna mengantisipasi dampak kekeringan.
Puncak Kemarau di 83 Zona Musim
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyatakan bahwa puncak musim kemarau pada Juli 2026 diperkirakan akan terjadi di 83 Zona Musim (ZOM), yang mencakup sekitar 12,26 persen luas daratan Indonesia. "Puncak kemarau pada Juli 2026 diperkirakan terjadi di 83 ZOM atau mencakup 12,26 persen luas daratan Indonesia," ujarnya dalam keterangan resmi.
Antisipasi Ketersediaan Air dan Kesehatan
BMKG menekankan pentingnya antisipasi sejak dini agar ketersediaan air, kesehatan masyarakat, serta kebutuhan sektor pangan dan sumber daya air tetap terkendali selama periode kering. Masyarakat diimbau untuk mulai menampung air hujan, menggunakan air secara bijak, dan mempersiapkan cadangan pangan. Pemerintah daerah diminta untuk mengoptimalkan sistem irigasi dan memastikan distribusi air bersih, terutama di wilayah yang rentan kekeringan.
Dampak pada Sektor Pangan dan SDA
Sektor pertanian menjadi salah satu yang paling rentan terdampak musim kemarau. BMKG merekomendasikan para petani untuk menyesuaikan pola tanam dan memilih varietas tanaman yang tahan kekeringan. Selain itu, pengelolaan sumber daya air seperti waduk dan embung perlu dimaksimalkan untuk menjamin pasokan air irigasi. Sektor kesehatan juga perlu waspada terhadap potensi peningkatan penyakit terkait cuaca kering, seperti infeksi saluran pernapasan dan diare.
Koordinasi dengan Daerah
BMKG telah berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah untuk menyusun rencana kontingensi. Informasi mengenai Zona Musim yang akan mengalami puncak kemarau dapat diakses melalui kanal resmi BMKG. Masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan informasi cuaca dan iklim dari BMKG untuk pengambilan keputusan yang tepat.



