Buka Muktamar XIV PERSIS, Kapolri Ajak Solid Hadapi Kondisi Global
Buka Muktamar XIV PERSIS, Kapolri Ajak Solid Hadapi Global

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan pesan penting dalam pembukaan Muktamar XIV Pemuda Persatuan Islam (PERSIS). Ia menyoroti situasi global yang tidak menentu dan harus dihadapi oleh Indonesia ke depannya.

Pesan Kapolri di Muktamar XIV PERSIS

Jenderal Sigit menyampaikan hal tersebut dalam acara Opening Ceremony Muktamar XIV di Hotel Sutan Raja, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (25/4/2026). Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Atip Latipulhayat, Ketua Umum PP PERSIS Jeje Zaenudin, Ketua Umum PP Pemuda PERSIS Ibrahim Nasrulhaq Al Fahmi, serta anggota DPR RI selaku Ketua Forum Ikatan Cendekiawan PERSIS, M. Hoerudin Amin.

"Alhamdulillah dengan berjalannya waktu maka Polri semakin hari semakin merasakan bahwa PERSIS dan Polri adalah menjadi bagian dari keluarga besar yang semakin hari semakin akrab, semakin rukun dan tidak bisa dipisahkan. Terima kasih untuk semuanya," kata Jenderal Sigit mengawali sambutannya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Menyoroti Kondisi Geopolitik Dunia

Jenderal Sigit menyoroti kondisi geopolitik dunia yang harus diantisipasi oleh Indonesia. Ia meminta semua pihak menyatukan barisan dalam menghadapi tantangan global.

"Kita semua menghadapi berbagai macam tantangan ke depan dan ini adalah panggilan jihad dari para pemuda PERSIS ke depan untuk bisa menghadapi situasi dan tantangan yang ada. Situasi dan fluktuasi global yang ada tentunya membuat kita semua harus kemudian menyatukan langkah, menyatukan barisan untuk kemudian bersama-sama menghadapi situasi dan tantangan global," ujar Jenderal Sigit.

Konflik Timur Tengah dan Dampaknya

Listyo menyebut kondisi global masih diwarnai oleh konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Ia menyinggung sikap Indonesia yang berupaya menjalankan politik bebas aktif untuk menciptakan perdamaian di dunia.

"Kita rasakan bersama bahwa saat ini kita masih terus menghadapi kondisi global yang diwarnai dengan konflik yang terjadi di Timur Tengah. Beberapa waktu yang lalu, Indonesia berusaha untuk ikut membantu menyelesaikan konflik yang terjadi di Palestina dan Israel. Indonesia tentunya ingin menjalankan politik bebas aktif untuk ikut terjun langsung, untuk turut serta dalam menciptakan perdamaian khususnya mendukung dan mendorong Palestina agar cepat merdeka," tambahnya.

Dampak pada Harga Komoditas

Kapolri lantas menyoroti dampak konflik di Timur Tengah terhadap harga komoditas di Indonesia. Meskipun demikian, ia menekankan bahwa pemerintah berkomitmen untuk tidak menaikkan harga BBM dan LPG yang termasuk kategori disubsidi.

"Stok-stok tertentu juga tentunya terdampak, khususnya yang mengandalkan bahan bakar non subsidi, mau tidak mau harganya juga terdampak. Walaupun pemerintah alhamdulillah beberapa waktu yang lalu sudah mengumumkan bahwa sampai dengan akhir tahun khusus untuk yang disubsidi, baik BBM maupun LPG tetap akan disubsidi," katanya.

Menurutnya, langkah yang diambil pemerintah bertujuan untuk menjaga optimisme di masyarakat. Jenderal Sigit juga menyebutkan bahwa Indonesia mengantisipasi dampak konflik di Timur Tengah jika terus berlanjut.

"Ini tentunya satu hal yang kita jaga bahwa ini menjadi bagian dan optimisme kita menghadapi kondisi dan situasi yang ada. Namun, di sisi lain tentunya kita juga harus bersiap-siap untuk melakukan berbagai macam cara, berbagai macam upaya agar konflik ini segera diakhiri sehingga dampaknya juga betul-betul kemudian bisa mengurangi beban yang dialami oleh berbagai negara termasuk tentunya Indonesia," ujarnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga