Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa gelombang tsunami dengan ketinggian minor antara 9 hingga 18 sentimeter telah mulai tercatat di tiga titik pengamatan. Fenomena ini terjadi setelah gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Laut Sulawesi pada Senin pagi.
Lokasi Terdeteksinya Tsunami
Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, mengungkapkan bahwa tiga wilayah pesisir yang telah mendeteksi kedatangan gelombang tsunami tersebut adalah Ulu Siau di Sulawesi Utara, Melonguane di Sulawesi Utara, serta satu titik pantau di wilayah Maluku Utara. Meskipun anomali gelombang yang tiba saat ini masih tergolong kecil, BMKG meminta masyarakat di wilayah terdampak untuk tidak menurunkan kewaspadaan dan tetap mematuhi arahan evakuasi yang berlaku.
Potensi Peningkatan Gelombang
Berdasarkan estimasi pemodelan tsunami yang dikeluarkan sebelumnya, potensi puncak ketinggian gelombang di beberapa wilayah pesisir diproyeksikan masih dapat meningkat dan mencapai status Siaga hingga Awas. Oleh karena itu, Nelly mengimbau seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus memantau pemutakhiran data gelombang laut secara berkala melalui kanal resmi institusi tersebut.
“Kami meminta seluruh masyarakat untuk terus memantau atau mengikuti informasi yang diberikan oleh BMKG karena menurut pemodelan, ada beberapa wilayah yang dari sisi pemodelan akan siaga, tinggi tsunaminya berkisar antara Siaga dan juga Awas,” ujar Nelly Florida Riama dalam konferensi pers yang digelar secara daring.
Pemantauan Real-Time dan Peringatan Dini
Hingga saat ini, BMKG bersama beberapa instansi terkait masih melakukan pemantauan ketat secara waktu nyata (real-time) terhadap data pasang surut (tide gauge) serta sensor pemantau tsunami lainnya. Langkah ini terus berjalan guna memastikan keamanan pesisir di bagian utara dan timur Indonesia. Peringatan dini tsunami ini sebelumnya diumumkan secara resmi oleh BMKG kurang dari 10 menit pascagempa tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Laut Sulawesi pada Senin pagi pukul 06.37 WIB.
Pusat gempa itu sendiri berada di kedalaman 47 kilometer di sebelah barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, yang masuk dalam sektor Mindanao, Filipina. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Informasi terbaru dapat diperoleh melalui kanal resmi BMKG dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).



