Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membantah kritikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengenai jumlah rombongan Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan ke luar negeri. Teddy menegaskan bahwa tim rombongan saat ini jauh lebih sedikit dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya.
Jumlah Rombongan Dipangkas Lebih dari Separuh
Teddy menyatakan bahwa jumlah rombongan yang ikut dalam setiap kunjungan Presiden Prabowo ke luar negeri telah dipangkas lebih dari 50 persen. Total hanya 50 hingga 60 orang yang mendampingi presiden dalam perjalanan dinas tersebut. Hal ini disampaikan Teddy dalam video yang diunggah di akun media sosial Sekretariat Kabinet pada Senin (1/6/2026).
“Jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran, lebih dari separuh, dari periode sebelumnya,” jelas Teddy.
Perbandingan dengan Era Dino Patti Djalal
Teddy membandingkan jumlah tim kunjungan luar negeri saat Dino Patti Djalal menjabat sebagai Wamenlu. Menurutnya, pada masa itu rombongan bisa mencapai lebih dari 120 orang. “Jadi kalau dulu itu sekali ke luar negeri bisa lebih dari 120 orang, zaman Pak Dino seperti itu,” kata dia.
Untuk memperkuat pernyataannya, Teddy memperlihatkan sebuah dokumen yang menunjukkan jumlah tim dalam kunjungan Presiden RI pada tahun 2014 ke Lisabon (Portugal), New York dan Washington DC (Amerika Serikat), serta Osaka (Jepang) pada 18-30 April 2014. Dalam dokumen tersebut, terlihat jumlah rombongan yang berangkat mencapai 110 orang untuk tim advance, termasuk Dino Patti Djalal sebagai salah satu peserta.
“Nah, zaman Presiden Prabowo jumlahnya antara 50-60 orang maksimal,” tutur Teddy.
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo
Teddy juga meluruskan soal anggaran dan biaya perjalanan Prabowo selama kunjungan luar negeri. Ia menegaskan bahwa kelebihan biaya yang telah dianggarkan negara sepenuhnya ditanggung oleh uang pribadi Presiden Prabowo. “Ini sudah dijelaskan beberapa kali, jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo,” kata dia.
Pemerintah, lanjut Teddy, terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak. Ia juga menyampaikan terima kasih atas kritik yang diberikan Dino Patti Djalal. “Terima kasih atas masukan yang telah diberikan, sangat cermat dan terstruktur. Saya pikir beliau adalah diplomat hebat, pernah menjadi Wakil Menteri Luar Negeri, walau hanya diberi kesempatan sekitar 3 bulan,” ucap Teddy.



