Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa Indonesia diguncang empat kali gempa bumi pada Selasa, 26 Mei 2026, hingga pukul 21.30 WIB. Informasi ini disampaikan melalui laman resmi BMKG di www.bmkg.go.id.
Gempa Pertama di Bitung, Sulawesi Utara
Gempa pertama terjadi pada pukul 03:39:21 WIB di wilayah Bitung, Provinsi Sulawesi Utara. Episenter gempa berada pada koordinat 1,06 Lintang Utara (LU) dan 126,19 Bujur Timur (BT), dengan pusat gempa di laut sekitar 125 kilometer tenggara Bitung. Gempa berkekuatan magnitudo 5,7 dengan kedalaman 22 kilometer ini dirasakan pada skala Modified Mercalli Intensity (MMI) III di Ternate, Manado, Tondano, Bolaang Mongondow Timur, Tomohon, dan Bitung. BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Gempa Kedua di Kaimana, Papua Barat
Pada pukul 05:03:43 WIB, gempa bumi kembali mengguncang wilayah Kaimana, Provinsi Papua Barat. Episenter gempa berada pada koordinat 3,96 Lintang Selatan (LS) dan 133,99 Bujur Timur (BT), dengan pusat gempa di darat sekitar 45 kilometer tenggara Kaimana. Gempa ini memiliki magnitudo 5,1 dengan kedalaman 10 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.
Gempa Ketiga di Jember, Jawa Timur
Memasuki sore hari, pada pukul 15:39:10 WIB, gempa bumi terjadi di wilayah Jember, Provinsi Jawa Timur. Pusat gempa berada di laut sekitar 93 kilometer tenggara Jember, dengan episenter pada koordinat 9,01 LS dan 113,84 BT. Gempa berkekuatan magnitudo 5,1 dengan kedalaman 10 kilometer ini dirasakan pada berbagai skala MMI: II di Blitar dan Trenggalek; II-III di Denpasar; III di Bondowoso, Kuta, Malang, dan Kuta Selatan; III-IV di Banyuwangi; serta IV di Jember. BMKG menyatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Gempa Keempat di Maluku Tengah
Pada pukul 16:30:12 WIB, gempa bumi mengguncang wilayah Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Pusat gempa berada di darat sekitar 11 kilometer timur laut Maluku Tengah, dengan episenter pada koordinat 3,22 LS dan 129,01 BT. Gempa ini memiliki magnitudo 3,0 dengan kedalaman 10 kilometer dan dirasakan pada skala MMI I-II di Amahai. BMKG mencatat gempa ini juga tidak berpotensi tsunami.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui situs resmi BMKG.



