Iran Kecam Resolusi AS soal Selat Hormuz
Pemerintah Iran mengecam keras upaya terbaru Amerika Serikat untuk meloloskan draf resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai Selat Hormuz. Teheran menyebut draf usulan Washington itu sebagai upaya terang-terangan untuk memutarbalikkan fakta dan melindungi para agresor.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum, Kazem Gharibabadi, seperti dilansir Press TV pada Selasa (12/5/2026), mengatakan bahwa AS bersama beberapa sekutu regionalnya sekali lagi mencoba untuk mengubah sudut pandang masalah.
Gharibabadi menilai draf resolusi usulan AS itu berusaha mengubah konsekuensi agresi militer dan pengepungan ilegal menjadi dakwaan terhadap Iran, yang menurutnya telah menjadi korban ancaman, tekanan, dan serangan langsung. "Kebebasan navigasi adalah prinsip hukum yang dihormati, tetapi tidak dapat ditafsirkan secara selektif, politis, dan terlepas dari Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa," kata Gharibabadi dalam pernyataan via media sosial X pada Senin (11/5) malam.
Pernyataan Tegas Iran
Lebih lanjut, Gharibabadi menekankan bahwa inisiatif tulus apa pun terkait keamanan maritim di kawasan tidak mungkin mengabaikan penggunaan kekerasan berulang kali, pemberlakuan blokade laut, ancaman yang terus berlanjut, dan peran langsung yang dimainkan oleh AS dan Israel dalam menciptakan krisis, sembari berpura-pura bertindak netral atau memiliki kredibilitas hukum.
Gharibabadi memperjelas bahwa masalah intinya bukanlah soal perlintasan kapal dalam kevakuman, melainkan pemerintahan negara tertentu yang berupaya membingkai ulang hasil tindakan ilegal mereka dengan bahasa yang disebut tatanan internasional. "Pendekatan seperti itu tidak berkontribusi pada de-eskalasi, keamanan maritim, maupun kredibilitas mekanisme multilateral," ucapnya memperingatkan.
Gharibabadi menyimpulkan bahwa teks apa pun yang berupaya menggambarkan situasi di Selat Hormuz tanpa secara eksplisit menyinggung soal agresi, pengepungan, ancaman kekerasan, dan hak sah Iran untuk mempertahankan keamanan serta kepentingan nasionalnya akan cacat, bias, politis, dan pasti gagal sejak awal.
Latar Belakang Usulan AS
Pernyataan Gharibabadi itu disampaikan setelah AS melakukan pembicaraan tertutup dengan beberapa negara Teluk pekan lalu untuk mempromosikan draf resolusi usulannya tersebut. Draf resolusi usulan AS itu menuntut Iran segera menghentikan apa yang disebut sebagai serangan-serangan di Selat Hormuz dan mengancam Teheran dengan sanksi baru, bahkan kemungkinan otorisasi penggunaan kekuatan jika menolak untuk mematuhi.
Ketegangan di Selat Hormuz terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Iran menegaskan bahwa setiap resolusi yang tidak mempertimbangkan hak sah Iran untuk mempertahankan keamanan nasionalnya akan ditolak.



