Argentina Terancam Sanksi FIFA Usai Pamer Spanduk Falkland
Argentina Terancam Sanksi FIFA Usai Pamer Spanduk Falkland

Argentina terancam sanksi disiplin dari FIFA setelah para pemainnya merayakan kemenangan semifinal Piala Dunia melawan Inggris dengan membentangkan spanduk yang mendukung klaim kedaulatan atas Kepulauan Falkland. Spanduk bertuliskan 'Las Malvinas son Argentinas' atau 'Kepulauan Falkland adalah Argentina' itu dibentangkan usai peluit akhir pertandingan di Atlanta, Amerika Serikat, Rabu (15/7/2026) waktu setempat.

Dramatis Comeback Argentina

Juara bertahan Piala Dunia itu melakukan comeback dramatis di menit-menit akhir untuk mengalahkan tim asuhan Thomas Tuchel dengan skor 2-1. Kemenangan ini memastikan tempat Argentina di partai final melawan Spanyol pada hari Minggu (19/7/2026).

Menurut laporan BBC, Kamis (16/7/2026), para pemain Argentina merayakan kemenangan sambil memegang spanduk kontroversial tersebut. Tindakan ini langsung menuai reaksi dari berbagai pihak, termasuk FIFA yang dikabarkan akan membuka penyelidikan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Sejarah Sengketa Kepulauan Falkland

Kepulauan Falkland, yang dikenal sebagai Malvinas dalam bahasa Spanyol, adalah wilayah seberang laut Inggris di Samudra Atlantik barat daya. Wilayah ini telah menjadi subjek sengketa kedaulatan antara Inggris dan Argentina selama bertahun-tahun. Kedua negara sempat berperang memperebutkan gugusan pulau tersebut dari April hingga Juni 1982.

Konflik selama 74 hari itu menewaskan 655 tentara Argentina dan 255 tentara Inggris, serta tiga warga sipil dari kepulauan tersebut. Hingga kini, Argentina masih mengklaim kedaulatan atas Falkland, sementara Inggris menganggapnya sebagai wilayahnya sendiri.

Preseden Sanksi FIFA

Ini bukan pertama kalinya Argentina mendapat masalah karena spanduk Falkland. Pada tahun 2014, FIFA mendenda Asosiasi Sepak Bola Argentina sebesar £20.000 setelah para pemainnya membentangkan spanduk dengan pesan yang sama sebelum pertandingan persahabatan melawan Slovenia.

Badan pengatur sepak bola dunia saat itu menyatakan bahwa tindakan tersebut melanggar aturan tentang aksi politik dan perilaku buruk tim. Kini, dengan insiden serupa terjadi di ajang Piala Dunia yang lebih bergengsi, Argentina menghadapi risiko sanksi yang lebih berat.

Reaksi dan Dampak

Keputusan FIFA akan dinantikan oleh banyak pihak, terutama Inggris yang merasa provokasi ini tidak pantas dilakukan di ajang olahraga. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, sebelumnya menyatakan kekecewaannya atas kekalahan dramatis timnya dari Argentina.

Sementara itu, para pendukung Argentina menganggap spanduk tersebut sebagai bentuk ekspresi nasionalisme yang sah. Namun, FIFA tegas melarang tindakan politik di lapangan hijau. Jika terbukti bersalah, Argentina bisa menghadapi denda, pengurangan poin, atau bahkan larangan bertanding.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga