Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan menginstruksikan seluruh jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah hukumnya. Instruksi ini disampaikan dalam apel kesiapsiagaan yang digelar bersama Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah pada Rabu (5/8/2026).
Apel Kesiapsiagaan Lintas Sektoral
Apel yang berlangsung di halaman Mapolres Serang tersebut dihadiri oleh Pejabat Utama Polres Serang, para kapolsek, unsur Forkopimda Kabupaten Serang, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta personel TNI-Polri, BPBD, Damkar, Basarnas, Dinas Kesehatan, PMI, Senkom, dan berbagai unsur terkait lainnya. Kegiatan ini merupakan wujud sinergi lintas sektoral dalam menghadapi potensi bencana pada musim kemarau.
Dalam arahannya, AKBP Andri menekankan pentingnya kerja sama antarinstansi untuk memperbarui peta daerah rawan kebakaran. "Kapolsek bersama unsur TNI, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta instansi terkait untuk segera melakukan pengecekan peralatan, memperbarui peta wilayah rawan, mendata sumber air, menyusun rencana kontingensi," ucap Andri, Rabu (5/8/2026).
Patroli Terpadu dan Simulasi Penanganan Kebakaran
Lebih lanjut, Kapolres meminta jajarannya untuk menggelar patroli terpadu hingga simulasi penanganan kebakaran. Setiap kapolsek juga diminta menyampaikan laporan kesiapsiagaan dari wilayah masing-masing. "Melaksanakan patroli terpadu, menggelar simulasi penanganan kebakaran, serta menyampaikan laporan kesiapan di wilayah masing-masing," katanya.
Langkah ini diambil sebagai respons atas prediksi BMKG yang menyebutkan sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan rendah selama musim kemarau. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kekeringan, krisis air bersih, gagal panen, gangguan kesehatan, serta meningkatkan risiko kebakaran hutan, lahan, kawasan industri, maupun permukiman.
Kewaspadaan di Tengah Karakteristik Wilayah Beragam
Meskipun Provinsi Banten bukan termasuk wilayah dengan tingkat kebakaran hutan dan lahan tertinggi, Andri menegaskan bahwa kewaspadaan tetap harus ditingkatkan. "Meskipun Provinsi Banten bukan termasuk wilayah dengan tingkat kebakaran hutan dan lahan tertinggi, kita tidak boleh lengah. Kabupaten Serang memiliki karakteristik wilayah yang beragam sehingga seluruh unsur harus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan," kata Andri.
Kabupaten Serang memiliki wilayah yang mencakup kawasan pesisir, dataran rendah, hingga perbukitan. Keragaman ini menjadikan potensi kebakaran bisa terjadi di berbagai titik, terutama di area persawahan yang kering, lahan gambut, maupun kawasan industri. Oleh karena itu, pemetaan rawan kebakaran menjadi langkah krusial dalam upaya mitigasi.
Apresiasi Bupati Serang
Sementara itu, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengapresiasi inisiatif Polres Serang dalam menggelar apel kesiapsiagaan. Menurutnya, langkah ini merupakan wujud sinergi lintas sektoral yang sangat positif dalam menghadapi potensi bencana. "Kesiapsiagaan menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko, mengurangi kerugian, serta melindungi keselamatan masyarakat," kata Zakiyah.
Bupati juga mengimbau masyarakat untuk turut serta dalam upaya pencegahan kebakaran, seperti tidak membakar lahan secara sembarangan dan segera melaporkan jika menemukan titik api. Partisipasi aktif masyarakat dinilai penting untuk mendukung upaya aparat dalam menjaga lingkungan dari bencana karhutla.
Langkah Konkret dan Harapan ke Depan
Melalui apel kesiapsiagaan ini, diharapkan seluruh unsur terkait dapat bergerak cepat dan terkoordinasi dalam menghadapi potensi kebakaran. Pengecekan peralatan pemadam, pendataan sumber air, dan penyusunan rencana kontingensi menjadi prioritas utama. Selain itu, patroli terpadu dan simulasi penanganan kebakaran akan digelar secara berkala di setiap kecamatan.
Dengan adanya laporan kesiapan dari para kapolsek, diharapkan respons terhadap kejadian kebakaran dapat dilakukan dengan cepat dan efektif. Hal ini sejalan dengan komitmen Polres Serang untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta melindungi warga dari dampak bencana.
Kegiatan apel kesiapsiagaan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya. Sinergi yang baik diharapkan mampu meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Serang, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat.



