Serangan terbaru Amerika Serikat (AS) yang menghantam wilayah Iran bagian barat daya pada Rabu (8/7) dini hari dilaporkan menewaskan seorang anggota Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Informasi tersebut disampaikan oleh kantor berita resmi Iran, IRNA, yang mengutip pernyataan terbaru IRGC. Sejauh ini belum ada data resmi dari otoritas Teheran mengenai korban jiwa atau kerusakan akibat serangan terbaru AS.
Kronologi Serangan dan Korban
Menurut laporan IRNA, seorang anggota IRGC gugur akibat serangan drone di Mahshahr, kota pelabuhan Iran yang terletak tak jauh dari perbatasan Irak. IRGC mengidentifikasi korban sebagai Mohammad Reza Khazini. "Seorang anggota Garda, Mohammad Reza Khazini, terkena serpihan dan gugur sebagai syahid saat mengkonfrontasi drone musuh," demikian pernyataan IRGC seperti dikutip IRNA.
Tanggapan CENTCOM dan Eskalasi Konflik
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan pada Selasa (7/7) malam bahwa pasukannya telah melancarkan serangan ofensif terhadap lebih dari 80 target terkait Iran. Serangan ini disebut sebagai "respons langsung untuk serangan terbaru Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz". Target-target tersebut mencakup sistem pertahanan udara Iran, jaringan komando dan kendali, lokasi radar pesisir, kemampuan rudal anti-kapal, serta lebih dari 60 kapal kecil milik IRGC baik di dalam maupun di sekitar Selat Hormuz.
Washington juga mencabut izin penjualan minyak Teheran setelah tiga kapal tanker, termasuk milik Qatar dan Arab Saudi, dihantam serangan di Selat Hormuz yang diyakini didalangi Iran. CENTCOM menilai serangan-serangan Teheran tersebut "tidak dapat dibenarkan, berbahaya, dan merupakan pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata".
Balasan Iran: Serangan Rudal dan Drone ke Bahrain dan Kuwait
IRGC membalas dengan menyerang fasilitas militer AS yang ada di Bahrain dan Kuwait. IRGC mengklaim bahwa "Angkatan Laut dan Angkatan Udara IRGC melakukan operasi gabungan rudal dan drone, menyerang 85 fasilitas militer utama AS" di kedua negara itu dan "menembak jatuh sebuah drone MQ-9".
Dilansir Al Jazeera, IRGC mengklaim serangannya menghantam pangkalan Armada Kelima AS di Bahrain dan Pangkalan Udara Ali Al-Salem di Kuwait. Ketegangan antara AS dan Iran terus meningkat setelah sebelumnya Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran telah berakhir.



