Boeing 757 Hilang di Laut Arab, Alami Penurunan Ekstrem
Boeing 757 Hilang di Laut Arab, Penurunan Ekstrem

Sebuah pesawat kargo Boeing 757 yang membawa lima awak kehilangan kontak dengan pengatur lalu lintas udara pada Selasa malam, menurut otoritas penerbangan Pakistan. Pesawat tersebut terbang dari Sharjah, Uni Emirat Arab (UEA), menuju Karachi dan sempat melaporkan adanya masalah teknis sebelum akhirnya dinyatakan hilang di atas Laut Arab, dekat Ormara, Provinsi Balochistan.

Otoritas Bandara Pakistan (PAA) menyatakan bahwa sistem radar menunjukkan pesawat mengalami penurunan ketinggian secara cepat sebelum komunikasi terputus. Data dari Flightradar24.com mengonfirmasi bahwa pesawat sempat kehilangan ketinggian, kemudian kembali menanjak, sebelum mengalami penurunan kedua yang mendadak dan sangat drastis. Data terakhir menunjukkan pesawat berada pada ketinggian 1.100 kaki (335 meter) di atas permukaan laut dengan laju penurunan vertikal mencapai minus 22.400 kaki per menit, angka yang dianggap sangat curam dan tidak normal.

Pencarian dan Respons Otoritas

PAA telah mengaktifkan pusat koordinasi penyelamatan dan mengerahkan tim pencarian di laut untuk menemukan pesawat yang hilang. Pesawat tersebut dioperasikan oleh K2 Airways, maskapai kargo swasta Pakistan yang melayani penerbangan berjadwal dan charter. Maskapai itu menyatakan bekerja sama dengan Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan serta lembaga pemerintah lainnya. "Kami terus berdoa dengan sungguh-sungguh demi keselamatan rekan-rekan kami," tulis operator pesawat tersebut di Facebook.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Analisis Data Penerbangan

Konsultan keselamatan penerbangan Anthony Brickhouse mengatakan kepada Reuters, "Setiap kali Anda melihat sesuatu yang ekstrem seperti itu, tentu hal tersebut akan menarik perhatian. Namun, masih terlalu dini untuk menyimpulkan apa artinya sebelum ada informasi lebih lanjut." Laju penurunan vertikal yang mencapai minus 22.400 kaki per menit jauh melampaui batas normal operasi pesawat komersial, yang biasanya tidak lebih dari 1.500 kaki per menit dalam kondisi normal. Fenomena ini mengindikasikan kemungkinan kegagalan struktural atau hilangnya kendali secara tiba-tiba.

Riwayat Pesawat

Pesawat yang hilang awalnya merupakan pesawat penumpang yang diproduksi pada 1999. Pesawat ini pernah dioperasikan oleh Aeroflot dan Garuda Indonesia sebelum dikonversi menjadi pesawat kargo pada 2012. Dengan usia 27 tahun, pesawat ini merupakan bagian dari keluarga Boeing 757, bukan varian 737 MAX yang pernah mengalami krisis keselamatan. Kecelakaan pesawat jet terakhir di Karachi terjadi pada Mei 2020, ketika sebuah pesawat Pakistan yang membawa 98 orang jatuh di kawasan permukiman padat dekat bandara setelah diduga mengalami kegagalan mesin saat hendak mendarat. Laporan resmi Pakistan menyimpulkan bahwa kecelakaan tersebut, yang menewaskan seluruh penumpang kecuali satu orang, disebabkan oleh kesalahan manusia yang melibatkan pilot, kopilot, dan petugas pengatur lalu lintas udara.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga