64 Warga Terdampak Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin Dievakuasi ke Hunian Sementara
64 Warga Dievakuasi Akibat Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin

Sebanyak 33 kepala keluarga (KK) dengan total 64 jiwa telah dievakuasi akibat terdampak asap kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Kebakaran ini telah berlangsung sejak Selasa, 29 Juni 2026.

Evakuasi oleh Polda Banten

Kepolisian Daerah (Polda) Banten menerjunkan tim untuk membantu proses evakuasi warga yang terdampak. Kabidhumas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea, dalam keterangan tertulis yang diterima di Tangerang pada Kamis, menyatakan bahwa pihaknya telah mengevakuasi 33 KK yang terdiri dari 64 jiwa ke hunian sementara yang layak. "Kami juga telah mengevakuasi 33 Kepala Keluarga yang terdiri dari 64 jiwa terdampak ke hunian sementara yang layak agar mereka dapat tinggal dengan aman dan nyaman," ucapnya.

Evakuasi dilakukan melalui jajaran Polresta Tangerang, di mana seluruh warga yang terdampak langsung dipindahkan ke lokasi hunian sementara yang aman dari kebakaran TPA Jatiwaringin. Selain itu, Polda Banten juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang untuk melakukan mitigasi dan penanganan kebakaran.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Personel Dikerahkan untuk Pemadaman

Kombes Maruli menambahkan bahwa Polda Banten telah menyiapkan personel dari Direktorat Samapta (Ditsamapta) dan Satuan Brimob (Satbrimob) untuk membantu proses pemadaman kebakaran. "Polda Banten juga telah menyiapkan personel Ditsamapta dan Satbrimob untuk membantu proses pemadaman kebakaran. Selain itu, kami juga menyiapkan alat pelindung diri berupa masker bagi seluruh personel yang bertugas," jelasnya.

Langkah ini diambil untuk memastikan keselamatan personel yang bertugas di lapangan mengingat asap kebakaran dapat membahayakan kesehatan.

Water Bombing dari BNPB

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengoptimalkan proses pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin melalui penyiraman air dari udara menggunakan helikopter water bombing. Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, menyatakan bahwa upaya pemadaman terus dilakukan. "Kita terus mengoptimalkan pemadaman, nanti sore kedua helikopter akan melakukan penyiraman lagi. Jadi, itu upaya-upaya kita untuk menyelesaikan pemadaman di TPA Jatiwaringin," katanya.

Operasi water bombing baru aktif sejak sehari sebelumnya dan belum maksimal karena hanya berlangsung sekitar satu jam. "Water bombing baru aktif mulai kemarin. Itu pun belum maksimal hanya sampai 1 jam. Jadi, karena baru digeser, nanti kita maksimalkan," ucap Djohan.

Pembukaan Jalur untuk Mobil Pemadam

Selain optimalisasi pemadaman dari udara, BNPB bersama pemerintah daerah Kabupaten Tangerang juga tengah membuka jalur untuk memudahkan mobil pemadam kebakaran mencapai titik api. "Salah satunya upaya pembuatan jalan terobos, sehingga nanti kendaraan ataupun selang dari rekan-rekan pemadam kebakaran bisa masuk," kata Djohan.

Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses pemadaman dan meminimalkan dampak asap terhadap warga sekitar.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga