Sebuah tautan yang diklaim sebagai akses pendaftaran program 3 juta rumah gratis beredar di media sosial. Program tersebut disebut-sebut ditujukan bagi warga yang belum memiliki rumah. Namun, berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, tautan tersebut adalah hoaks dan merupakan modus pencurian data pribadi.
Narasi yang Beredar
Tautan yang diklaim untuk mendaftar program 3 juta rumah gratis dibagikan oleh akun Facebook pada Rabu (1/7/2026). Narasi yang disertakan mengajak warga untuk segera mendaftar karena kuota terbatas. Tautan tersebut mengarahkan ke sebuah halaman yang meminta data pribadi seperti nama, alamat, nomor telepon, dan KTP.
Penelusuran Fakta
Tim Cek Fakta Kompas.com melakukan verifikasi dengan menghubungi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Juru bicara Kementerian PUPR, Endra S. Atmawidjaja, menegaskan bahwa program 3 juta rumah gratis tidak pernah ada. "Tidak ada program seperti itu. Masyarakat harus waspada terhadap tautan mencurigakan," ujarnya.
Selain itu, tim juga menelusuri domain tautan tersebut. Domain tersebut tidak terdaftar resmi dan baru dibuat beberapa hari sebelum penyebaran. Pola ini mirip dengan modus phishing yang sering terjadi.
Dampak dan Imbauan
Jika warga mengisi data pribadi, data tersebut dapat disalahgunakan untuk kejahatan siber, seperti penipuan atau pembobolan rekening. Masyarakat diimbau untuk tidak mengklik tautan tersebut dan melaporkan akun penyebar ke pihak berwenang.
Kementerian PUPR mengingatkan bahwa informasi resmi program pemerintah hanya disebarkan melalui kanal resmi dan situs web pemerintah. Warga dapat menghubungi call center 1500-XXX untuk konfirmasi.



