43 Pemburu Diperiksa Polisi Buntut Bocah Bogor Tewas Diserang Anjing
43 Pemburu Diperiksa Buntut Bocah Bogor Tewas Diserang Anjing

Seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun di Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tewas setelah diduga menjadi korban serangan anjing pemburu. Peristiwa tragis ini mendorong aparat kepolisian untuk melakukan pemeriksaan terhadap puluhan pemburu yang berada di lokasi kejadian dan sekitarnya.

Puluhan Pemburu Diamankan

Kapolsek Jasinga, AKP Agus Hidayat, mengungkapkan bahwa sebanyak 43 orang pemburu telah diamankan untuk dimintai keterangan. Mereka tidak hanya ditemukan di tempat kejadian perkara, tetapi juga di beberapa titik di sekitar kawasan hutan Kampung Tipar. "Jadi tidak hanya di lokasi kejadian, tapi juga di sekitar hutan," kata Agus pada Senin, 8 Juni 2026.

Selain memeriksa para pemburu, polisi juga mengamankan sejumlah kendaraan dan anjing yang diduga terkait dengan aktivitas perburuan pada hari kejadian. Barang bukti yang disita meliputi 24 kendaraan roda empat, empat sepeda motor, serta beberapa ekor anjing pemburu. "Kami amankan dari beberapa tempat," ujar Agus.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pemburu dari Berbagai Daerah

Menurut Agus, para pemburu yang diperiksa berasal dari berbagai daerah di wilayah Bogor Barat. Bahkan, sebagian di antaranya diketahui datang dari luar Pulau Jawa untuk mengikuti kegiatan berburu babi hutan di kawasan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa perburuan tersebut melibatkan peserta dari luar daerah.

Meski proses penyelidikan masih berlangsung, Agus memastikan bahwa penyidik telah memperoleh petunjuk penting yang mengarah pada identitas pihak yang diduga bertanggung jawab atas kematian korban. "Sudah mengerucut dan ada titik terangnya," tegasnya.

Anjing Biasa, Bukan Ras Khusus

Polisi juga mendalami keberadaan anjing-anjing yang digunakan dalam perburuan tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, hewan yang dibawa para pemburu bukan berasal dari ras khusus yang lazim digunakan untuk berburu. "Anjing biasa, anjing kampung. Enggak ada kayak anjing yang biasa dipelihara khusus gitu," kata Agus.

Keterangan para saksi di lokasi turut menjadi bagian penting dalam penyelidikan. Polisi mengaku telah mengantongi informasi mengenai ciri-ciri anjing yang diduga menyerang korban hingga meninggal dunia. Hingga kini, penyidik masih mencocokkan keterangan saksi dengan hasil pemeriksaan terhadap para pemburu dan anjing yang diamankan.

Agus mengatakan bahwa pihaknya berharap dapat mengungkap secara pasti bagaimana tragedi yang merenggut nyawa bocah tersebut terjadi, dan siapa pihak yang harus bertanggung jawab. Kasus ini menjadi perhatian publik dan menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan warga di sekitar kawasan hutan yang sering dijadikan lokasi perburuan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga