Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa TNI dan Polri merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari rakyat Indonesia. Hal ini disampaikan saat memimpin Panen Raya TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). Menurutnya, keterlibatan kedua institusi dalam mendukung ketahanan pangan membuktikan bahwa peran mereka tidak terbatas pada menjaga pertahanan dan keamanan negara.
TNI dan Polri sebagai Anak Kandung Rakyat
“Ini menunjukkan bahwa TNI dan Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara. Tapi, TNI dan Polri adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia,” kata Prabowo. Ia menambahkan bahwa Polri berhasil melakukan panen raya jagung pada Mei 2026, sementara TNI melakukan panen raya tebu, padi, hingga kedelai. Prabowo menekankan bahwa TNI dan Polri merupakan ‘anak kandung rakyat’ yang harus selalu hadir di tengah masyarakat. “TNI dan Polri adalah anak kandung rakyat. TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat, di tengah-tengah rakyat,” tegasnya.
Kewajiban Bersatu Membantu Rakyat
Prabowo menuturkan seluruh komponen bangsa memiliki kewajiban untuk bersatu dan bekerja bersama, bahu-membahu untuk membantu rakyat yang mengalami kesulitan. “Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri. Selama ada rakyat yang hidupnya susah, itu adalah kewajiban semua komponen untuk bersatu, bahu-membahu, membuat langkah-langkah yang besar, langkah-langkah yang nyata untuk mengatasi kesulitan-kesulitan rakyat itu,” jelas Prabowo.
Pertahanan Kuat Berawal dari Rakyat Sejahtera
Presiden juga menegaskan bahwa kekuatan pertahanan Indonesia bermula dari rakyat yang kuat dan kehidupannya sejahtera. “Pertahanan terbaik adalah rakyat yang kuat dan sejahtera. Seluruh rakyat akan membela bangsa ini. Makanya dari sekarang TNI dan Polri di tengah-tengah rakyat,” pungkasnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa kesejahteraan rakyat menjadi fondasi utama pertahanan negara, dan TNI-Polri harus terus hadir di tengah masyarakat untuk mewujudkannya.



