Kronologi Lengkap WNA Duncan James Rance Tewas Gantung Diri di Tahanan Imigrasi Depok
WNA Tewas Gantung Diri di Tahanan Imigrasi Depok: Kronologi

Kronologi Lengkap WNA Duncan James Rance Tewas Gantung Diri di Tahanan Imigrasi Depok

Seorang warga negara asing (WNA) bernama Duncan James Rance ditemukan tewas dalam kondisi menggantung diri di ruang tahanan Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok. Peristiwa tragis ini telah dikonfirmasi oleh pihak kepolisian setempat, yang kini tengah menyelidiki kronologi kejadian secara mendetail.

Konfirmasi Resmi dari Kepolisian

Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, secara resmi membenarkan insiden tersebut. Dalam pernyataannya, Made memastikan bahwa korban telah dievakuasi oleh petugas Polsek Sukmajaya bersama tim Inafis Polres Metro Depok. "Ditemukan di kamar mandi ruang tahanan kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Depok," ujar Made saat dikonfirmasi pada Selasa, 21 April 2026.

Made menjelaskan bahwa Duncan James Rance awalnya ditahan oleh pihak imigrasi Depok sejak Senin, 20 April 2026, karena diduga melanggar izin tinggal yang berlaku. Proses penahanan tersebut merupakan langkah hukum standar bagi WNA yang dianggap melanggar ketentuan keimigrasian.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Rekaman CCTV Ungkap Kronologi

Berdasarkan rekaman CCTV yang berhasil diakses oleh penyidik, terlihat bahwa korban memasuki kamar mandi pada Selasa, 21 April 2026, sekitar pukul 15.20 WIB. "Saat saksi sedang melintas ruang tahanan, korban tidak terlihat di ruang tahanan," tambah Made, mengisyaratkan bahwa kejadian tersebut berlangsung dalam waktu yang relatif singkat dan tanpa adanya gangguan dari pihak lain.

Petugas yang bertugas kemudian menemukan kondisi tidak wajar dan segera melakukan pemeriksaan, yang akhirnya mengungkap fakta bahwa Duncan telah meninggal dunia akibat gantung diri. Tim medis dan forensik pun langsung diterjunkan untuk memastikan penyebab kematian serta mengumpulkan barang bukti yang diperlukan.

Latar Belakang dan Investigasi Lanjutan

Insiden ini menimbulkan sejumlah pertanyaan terkait pengawasan dan keamanan di ruang tahanan imigrasi. Pihak kepolisian menyatakan bahwa investigasi masih berlangsung untuk memastikan apakah ada faktor lain yang turut berkontribusi terhadap tindakan ekstrem yang dilakukan oleh Duncan.

Beberapa aspek yang sedang diteliti meliputi:

  • Kondisi psikologis korban selama masa penahanan.
  • Prosedur pengawasan yang diterapkan di ruang tahanan.
  • Kemungkinan adanya tekanan atau faktor eksternal yang memicu aksi tersebut.

Pihak Kantor Imigrasi Depok juga telah dimintai keterangan lebih lanjut mengenai proses penahanan dan pengawasan terhadap Duncan. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari keluarga korban terkait insiden memilukan ini.

Kasus ini menjadi perhatian serius mengingat tingginya angka WNA yang ditahan akibat pelanggaran imigrasi. Pemerintah diharapkan dapat mengevaluasi sistem pengawasan di tempat-tempat penahanan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga